LampuHijau.co.id - Distribusi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) oleh Dinas Sosial bagi pasien atau warga yang isolasi mandiri (isoman) di Kota Depok dinilai lamban.
Pemerintah Kota Depok diminta jangan berbelit-belit dengan persoalan birokrasi dan administrasi. “Banyak masukan dari warga yang melakukan isolasi mandiri dan warga terkonfirmasi positif Covid-19 penyaluran bantuan sosial sangat lambat,” kata Wakil Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo kepada wartawan, kemarin.
Baca juga : Ketua DPR RI Apresiasi Pemberian Bintang Tanda Jasa bagi Tenaga Kesehatan
Ia meminta agar Dinsos cekatan dalam penyaluran bansos. Sebab, mereka warga yang isoman tidak bisa keluar rumah. Bahkan ia meminta pemerintah kota jangan berbelit-belit dengan persoalan birokrasi dan admintrasi, sebab kondisi sekarang ini masih pandemi.
“Saya bilang (ke Dinsos) janganlah berbelit-belit dengan persoalan birokrasi dan administrasi. Mereka mengakui bahwa ada keterlambatan distribusi sembako. Ini tidak boleh lagi terjadi," tegas ketua DPC PDI Perjuangan Depok ini.
Baca juga : Wakil Ketua DPR RI Tinjau Klinik Terapi aaPRP untuk Pasien Covid-19
Keterlambatan penyaluran bansos kepada warga isoman sambung Hendrik karena kendala pendataan dan kekurangan tenaga. Namun hal ini tidak bisa menjadi alasan warga tidak mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
"Kedepan, saya tidak mau hal ini terjadi lagi. Siapapun yang terkonfirmasi positif dan melakukan isoman harus segera diberi bantuan, Pemerintah siap kok. Anggarannya sudah ada. Tingggal didistribusikan. Kalau soal pendataan, tinggal koordinasi dengan RT/RW," ucapnya. (HEN)