LampuHijau.co.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang terus melakukan berbagai cara agar warga binaan (WB) atau narapidana (napi) melaksanakan kegiatan positif selama menjalani hukuman penjara. Kegiatan positif yang diberikan kepada mereka berupa pelatihan pertanian, perikanan, pertukangan, dan akan ditambah pelatihan pangkas rambut. Ini kerja sama Lapas Kelas IIA Subang dengan Balai Latihan Kerja (BLK).
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Subang Tommi Hendri mengatakan, pelatihan yang diberikan kepada WB agar mereka mempunyai bekal keterampilan saat kembali menjalani kehidupannya dengan masyarakat. Pelatihan ini, kata Kalapas, berjalan baik, dan hasilnya bisa bermanfaatkan bagi Lapas Kelas IIA Subang.
Bahkan, hasil produksi pertanian dan perikanan, diserap oleh supermarket. "Supermarket siap menampung ikan, ayam, dan jagung. Dari supermarket sudah melakukan pengecekan kelayakan," ucap Kalapas di tempat kerjanya, Kamis (05/08/2021).
Baca juga : Kolaborasi Zipmex, JXB dan DKI Berikan 3.320 Paket Makanan di 7 TPU Covid-19
Makanya, napi yang ikut pertanian dan perikanan diseleksi, sebab kerjanya harus telaten. "Yang terjun ada pelatihan dulu, diseleksi, kemudian kerjanya harus yang telaten," ujar Kalapas.
Untuk sayuran, tambah Kalapas, seperti kangkung, pakcoy, sawi, dan bayam, sudah dikirim rutin ke supermarket. Sayuran ini ditanam dengan sistem hidroponik tanpa zat kimia atau organik.
Ke depannya, akan kerja sama dengan Bandung Hidroponik, sehingga alat hidroponik akan ada di depan Lapas. Selain itu, kata Kalapas, pihaknya akan mengajukan pinjaman lahan Perhutani untuk dukung ketahanan pangan bagi Lapas Kelas IIA Subang, dan Kabupaten Subang.
Baca juga : Kodim 0605/Subang Salurkan 21.500 Kg Beras ke Warga Terdampak Covid-19
"Syukur kalau dapat 10 hektar, dan lokasinya tidak jauh," harapannya.
Menurut Kalapas, lahan tersebut nanti akan tanami jagung dan jabon. WB akan yang mengelola. "Pandemi ini, pangan sangat penting, lahan tidur banyak jadi bisa dimanfaatkan," ucapnya.
Untuk itu, Kalapas meminta dukungan dari Bupati Subang Ruhimat dan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, agar Lapas Kelas IIA Subang dapat pinjaman lahan dari Perhutani. "Kami membutuhkan rekomendasi pak bupati, kalau kita tidak didukung tentu tidak bisa apa-apa. Harapannya, letak lahan pinjaman tersebut dekat, dan tidak terlalu berisiko," pungkasnya.
Baca juga : Mantab! Kodim 0605/Subang Sering Melebihi Target saat Vaksinasi Covid-19
Salah satu WB, Jajang (52), mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan hidroponik. "Karena menambah wawasan tentang hidroponik yang dibina petugas Lapas," ujarnya.
Untuk itu, kesempatan ini tidak ia sia-siakan. Pelatihan ini pun sedikit banyak berdampak positif saat pandemi Covid-19, karena hasil panen yang dijual ke supermarket bisa kirim ke keluarga.
"Semoga warga binaan lainnya ikut jejak kami untuk nilai positif bagi Lapas. Karena wawasan hidroponik ini dapat digunakan saat hidup di luar (setelah bebas dari hukuman)," ujarnya. (MGN)