LampuHijau.co.id - Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Subang didesak mengeruk endapan lumpur di Situ Cinangsi. Sebab, situ di Desa Cinangsi, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang itu sudah terlantar 15 tahun.
Menurut Kepala Desa (Kades) Cinangsi, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang Pepe Surya Subagja, Situ Cinangsi pada 2006 kondisinya bersih, tidak seperti saat ini yang parah endapan lumpurnya. "Situ Cinangsi luasnya kurang lebih lima hektare. Sekitar 2,5 hektare sudah terjadi pengendapan lumpur yang cukup parah. Dulu tidak seperti ini, sejak tahun 2006 kondisinya terlantar," ucap Kades saat berada di lokasi, Rabu (14/07/2021).
Baca juga : Terjadi Kerumunan Pekerja, Pemerintah Harus Tindak PT Taekwang di Subang
Kondisi ini, kata Kades, berdampak pada saat musim hujan terjadi luapan air sehingga banjir, dan saat kemarau tidak mampu menyimpan banyak air, karena pendangkalannya sudah luar biasa. Padahal, tambahnya, Situ Cinangsi ini mengairi sekitar 500 hektar sawah yang tersebar di empat desa. Yakni, Desa Cinangsi, Majasari, Cibogo, dan Padaasih. Petani desa itu mengandalkan pasokan air dari Situ Cinangsi.

Baca juga : Bahas DIM RUU Otsus Papua, Pemerintah dan DPR RI Sepakat Bentuk Panja
"Kalau Situ Cinangsi dikelola dengan baik, jadi aset yang berpotensi karena bisa berhasil guna dan berdaya guna. Selain untuk pertanian, bisa di tanam ikan dan pariwisata," ucap Kades.
Untuk itu, Kades meminta pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk beri perhatian kepada Situ Cinangsi. Karena dana desa terbatas, dan alokasinya sudah diatur peraturan pusat.
Baca juga : Pedagang Subang Menolak Rencana Pemerintah Terapkan PPN Sembako
"Saya mohon kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, BBWS, atau Bapak Gubernur Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Subang untuk memberikan perhatian (pengerukan) terhadap Situ Cinangsi," ujarnya.
Dengan pengerukan Situ Cinangsi, kata Kades, petani bisa cocok tanam tempat waktu, air, pupuk dan lainnya, sehingga para petani bisa mendapatkan penghasilan yang melimpah. (MGN)