LampuHijau.co.id - Ade Aditia Setiadi, warga Pancoranmas, Depok meninggal dalam kondisi misterius, Jumat (9/7/2021). Tidak ada tanggapan serius dari pihak kelurahan maupun Satgas Covid-19 setempat saat dihubungi.
Kakak kandungnya, Edwin Sumampauw mengatakan, dirinya bersama sang istri berupaya agar adik dan orangtuanya bisa mengikuti pemeriksaan Swab PCR. Tetapi sampai kematian menghampirinya, tidak ada perhatian yang datang.
“Saya sudah coba hubungi Satgas Covid-19 agar adik kami, dan ibu kami ini bisa ikut diswab, tapi nggak ada jawaban, sudah nggak ada jawaban sama sekali,” ucapnya.
Menggunakan jasa klinik atau tim medis dari pihak swasta yang datang ke rumah menjadi jalur alternatif. Apalagi, kondisi sang adik mengalami keterbelakangan mental, dan ibunya tidak dapat berjalan normal.
“Ibu kami inikan posisinya tidak bisa berjalan normal, di kursi roda. Adik saya (almarhum) ini down syndrome, keterbelakangan mental jadi tidak bisa kita bawa semau kita, seperti orang normal,” jelasnya.
Namun, Edwin mengaku tidak sanggup membayar biayanya. Mengingat belakangan ini dia tak punya penghasilan akibat PPKM Darurat. Apalagi, dirinya bersama istri dan anak sedang menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan terpapar Covid-19 sejak 21 Juni 2021, yang hingga saat ini belum adanya perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Karena prihatin dengan kondisi Ade, dan tidak tahu apakah terpapar Covid-19 atau tidak, akhirnya Edwin hanya memberikan obat-obatan seadanya yang dibeli di warung terdekat.
Jarak antara rumah Edwin dengan kediaman korban hanya dibatasi pintu kecil. “Adik saya ini mulailah batuk-batuk sudah kita kasih segala macem, obat-obatan warung dan kita kasih minum. Akhirnya semalam puncaknya. Tadi pagi kita lihat sudah enggak ada (meninggal),” terangnya.
Baca juga : Puluhan ASN di Kabupaten Subang Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Nahas Jumat (9/7/2021), cowok 32 tahun itu ditemukan tewas sekira pukul 06:00 WIB. Menurut Edwin, tidak ada tanggapan serius dari pihak kelurahan, maupun Satgas Covid-19 setempat saat dihubungi.
Respon baru muncul setelah ia mengungkapkan kesedihannya itu melalui awak media. Sekitar pukul 10.55 WIB, tim penanganan Covid-19 akhirnya tiba di rumah duka.
“Tadinya cuma kami tutupin sarung. Sudah anak keterbelakangan mental, ibunya nggak bisa jalan, jenazahnya masih aja ditelantarin,” ujarnya.
Adapun, lanjut Edwin, dia tak tau menahu apabila sudah ada program Kampung Siaga Tangguh Jaya maupun Kampung Siaga Covid-19. “Kampung siaga Covid gimana? Di sini nggak ada Kampung Siaga Covid, saya tanya sama RT juga nggak ada. Jadi nggak ada apa-apa,” tuturnya.
Baca juga : Perjuangan Masyarakat Nyari Nafkah saat PPKM Darurat Berujung Denda
Dia berharap, Pemerintah Kota Depok dapat lebih serius dalam menangani Covid-19 serta memberikan pelayanan kepada warganya. “Sudah cukuplah adik kami yang jadi korban,” tandasnya. (HEN)