LampuHijau.co.id - Bupati Subang Ruhimat memimpin Patroli Gabungan Skala Besar dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Kabupaten Subang, Sabtu (3/7/2021). Bupati dalam kegiatan ini didampingi Wabup Subang Agus Masykur Rosyadi, Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto, Dandim 0605 Subang Letkol Czi Irsad Wilyarto, dan pejabat lainnya.
Bupati meminta seluruh masyarakat Subang untuk tetap tenang dan waspada, disiplin terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19. Usaha yang nonesensial untuk segera tutup hingga tanggal 20 Juli 2021.
Baca juga : Dinkes Subang Optimis PPKM Darurat Mampu Menekan Laju Kasus Covid-19
Untuk supermarket, pasar tradisional, dan toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam opersional hingga pukul 8 malam dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Untuk usaha kuliner hanya melayani take away/delivery.
Sementara seluruh tempat ibadah ditutup sementara, sekolah, tempat wisata, kegiatan seni budaya dan olahraga ditutup sementara. Kegiatan pusat perbelanjaan dan pusat perdagangan ditutup sementara, apotek dan toko obat dapat buka 24 jam.
Baca juga : Polri Gelar Pelatihan 2.284 Orang dari Berbagai Elemen untuk Jadi Tracer Covid-19
"Warga Subang agar memahami aturan ini sebagai ikhtiar bersama demi memutus rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Subang," ucapnya.
Bupati pun mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menjaga pola hidup bersih, sehat serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca juga : Wabup Subang Beri Motivasi Warga Desa Kihiyang yang Positif Covid-19
Rute patroli ini mulai dari Alun-Alun Kabupaten Subang-Jalan S. Parman - Jalan A. Yani - Jalam Ukong Sutaatmaja - Jalan Mayjen Sutoyo - Jalan Otista - Lapang Alun-alun Kabupaten Subang. Menurut Kapolres, patroli dengan stakeholder lain akan terus dilakukan untuk mengingatkan masyarakat patuhi protokol kesehatan, tidak berkerumun dan mengurangi mobilitas.
"Patroli yang terjadwal 3 kali sehari. Patroli akan terus dilakukan hingga masyarakat benar-benar tidak berkerumun dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu," pungkasnya. (MGN)