LampuHijau.co.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Markas Besar Kepolisian RI terus memutus pergerakan terduga teroris. Kali ini, sebuah rumah kontrakan petak di Jalan Mandor Haji Demong, RT 01/03 Kampung Babakan, Mustikasari, Bantargebang, Kota Bekasi digrebek petugas.
Densus 88 berhasil mengamankan seorang terduga teroris yang diketahui bernama Dedy Alamsyah. Petugas juga mengamankan sejumlah anak panah berserta busurnya dari lokasi.
Baca juga : Kapolres Cirebon Kota Ingatkan Haram Praktik KKN di Lingkungan Pendidikan
Dari informasi yang dihimpun, penggrebekan ini terjadi pada Minggu (12/5/2019) Subuh atau usai sahur. Saat itu, puluhan petugas berpakaian preman dengan bersenjata lengkap langsung melakukan penangkapan. Peristiwa itupun membuat geger lingkungan setempat.
Pelaku Dedy Alamsyah diketahui bagian dari jaringan JAD Bekasi, yang sebelumnya telah ditangkap oleh pihak Densus 88 di beberapa wilayah Bekasi, pekan kemarin. Sosok Dedy, menurut para tetangga satu kontrakan, dikenal menutup diri atau kurang bersosialisasi. Dedy baru menempati kontrakan berukuran 3 x 5 meter itu selama 4 bulan terakhir.
Baca juga : Densus 88 Ledakkan Bom Rakitan di Babelan
Sejauh informasi warga, Dedy bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia biasa pergi pagi dan pulang larut malam. Sementara, istri Deny yang sehari-harinya memakai cadar dan 4 anaknya, hampir tidak pernah keluar rumah ataupun berbincang dengan tetangga satu kontrakan.
"Orangnya misterius mas. Jarang keluar rumah juga, kalau suaminya, selalu pakai jaket ojek online," kata Tardi, tetangga.
Baca juga : Pemilu Serentak, Wali Kota Yakin PSU Tak Terjadi Lagi di Kota Cirebon
Mayoritas tetangga juga tidak mengetahui Dedy terlibat kasus apa, meski kontrakan di lokasi terpantau begitu padat. Para tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW setempat juga enggan memberikan informasi lebih lanjut saat dimintai keterangan wartawan. Mereka memilih bungkam, lantaran enggan disangkutpautkan dengan persoalan teroris.
"Wah, polisinya yang datang rame mas. Sepertinya 3 mobil. Pakai pakaian preman dan keluar bawa sejumlah barang dari kontrakan," pungkasnya. (DVD)