LampuHijau.co.id - Wakil Bupati (Wabup) Subang Agus Masykur Rosyadi meninjau warga terdampak pandemi Covid-19 untuk beri motivasi serta bantuan kepada warga, di Desa Kihiyang Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (18/06/2021).
Wabup datang ke desa tersebut bersama Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Maxi, dan para pejabat lainnya.
Camat Binong Aep Saepudin Subandi merasa bersyukur atas kedatangan wakil bupati beserta rombongan ke Desa Kihiyang, Kecamatan Binong. Aep menjelaskan, perangkat pemdes setelah melaksanakan tes usap antigen kepada 109 warga Desa Kihiyang, 43 warga positif dan menyusul kemudian, hingga 73 orang terkonfirmasi positif hingga diwajibkan isolasi mandiri.
"Untuk menghindari kepanikan Pemcam Binong beserta Pemdes Kihiyang berinisiatif bahwa tidak ada pengumuman tentang kematian warga," ujarnya dalam rilisnya.
Baca juga : Perusahaan Jangan Dikambinghitamkan saat Ada Karyawannya Positif Covid-19
Selain itu, tambahnya, pasar malam ditiadakan, portal diberlakukan dan berbagai upaya lainnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Subang dr. Maxi menyatakan, dinas kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan keadaan di desa tersebut. Salah satunya, tambahnya dengan selalu melakukan koordinasi dengan satgas di tingkat kecamatan dan desa.
Menurut dr. Maxi, pada hari minggu merupakan hari ke 10 masa isolasi yang artinya akan berkurang 43 orang. "Sampaikan kepada keluarga bahwa 43 orang setelah isolasi mulai hari minggu boleh beraktivitas kembali dengan catatan tetap menjaga protokol kesehatan terapkan 5 M," ujarnya.
Warga yang telah melaksanakan isolasi selama 10 hari, lanjutnya, tidak perlu melakukan tes usap karena berdasarkan penelitian virus Corona akan mati dalam 7 hari. Adapun penambahan 3 hari merupakan batas toleransi virus corona yang telah mati tersebut.
Baca juga : 11 Karyawan Pabrik PT Matsuoka Industries Indonesia Positif Covid-19
Menurut penelitian mikrobiologi, setelah hari ke-8 virus korona tidak akan tumbuh lagi sedangkan secara morfologi di hari ke-9 dan 10 bentuk virusnya sudah hancur dan lemah. "Jadi, di hari ke-10 setelah isolasi sudah aman bisa beraktivitas normal. Jika ada yang positif setelah 10 hari itu merupakan sisa virus yang sudah tidak aktif ini merupakan salah satu kelemahan tes usap yang bereaksi atas adanya virus" papar dr. Maxi.
Sementara Wabup menyampaikan rasa keprihatinan serta belasungkawa yang mendalam atas warga yang meninggal dunia warga Desa Kihiyang. Maksud kedatangannya beserta unsur Forkopimda, kata Wabup, untuk memberikan dukungan bahwa Desa Kihiyang tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini serta memberikan motivasi kepada pihak Kecamatan Binong serta Desa Kihiyang, agar tetap semangat untuk memberikan edukasi terkait bahaya penyebaran Covid-19 serta untuk tidak lalai terhadap penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.
"Turut berduka bagi yang meninggal dunia dan bagi yang isolasi mari berikan support agar memiliki semangat untuk sembuh dan memiliki daya hidup yang tinggi," kata mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang tersebut.
Wabup berharap, ke depan keadaan berangsur normal dan mengingat Desa Kihiyang adalah zona merah harus dilakukan pengetatan protokol kesehatan, membatasi mobilisasi warga. "Kami akan memantau satgas covid di desa atau kecamatan, Jangan ragu untuk senantiasa berkoordinasi baik kepada polres maupun tim satgas kabupaten," ucapnya.
Baca juga : 20 Orang Wafat Akibat Covid-19, Warga Desa Kihiyang Terganggu Psikologisnya
Dalam kunjungan tersebut, Wabup beri bantuan berupa masker, pembersih lantai, dan obat-obatan handsanitizer. Banguan tersebut dari Dinas Kesehatan Subang dan PT Mustika Ratu. (MGN)