Dinkes Subang Desak Satgas Desa Tegas Bubarkan Kerumunan Warga

Kamis, 17 Juni 2021, 19:24 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang desak Satgas Desa membubarkan kerumunan warga di zona merah, untuk memutus penyebaran Covid-19 di desa tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr. Maxi mengatakan, desa masuk zona merah Covid-19 hanya dua, 31 desa yang zona hijau atau 53 persen, dan zona kuning 106 desa atau 43 persen. "Enam desa zona orange atau 2,4 persen," ucap dr. Maxi di Gedung DPRD Kabupaten Subang, Kamis (17/6/2021).

Baca juga : Kapolri Pastikan Satgas Madago Raya Terus Buru Kelompok MIT yang Tersisa 9 Orang

Menurut dr. Maxi, dengan hanya dua desa yang zona merah, tidak bisa menilai kondisi Kabupaten Subang keseluruhan. Meskipun, kasus Covid-19 terus meningkat pada Juni ini.

"Kasus positif Covid-19 pada Juni ini diprediksi bisa mencapai lebih dari 1.000 kasus. Karena, minggu kedua Juni telah mencapai 408 kasus," ucapnya.

Baca juga : Pedagang Subang Menolak Rencana Pemerintah Terapkan PPN Sembako

Untuk itu, dr. Maxi meminta adanya kolaborasi semua pihak dalam menangani Covid-19. "Karena tidak mungkin hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja," ucap dr. Maxi.

Satgas Desa, tambah dr. Maxi, harus direvitalisasi. Satgas Desa harus edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dan penegakan aturan. "Penting edukasi mencuci tangan, pakai masker dan jaga jarak, serta penegakan aturan, berkerumun dibubarkan. Di zona merah, jangankan hajat, berkerumun tiga orang saja dibubarkan," ujarnya.

Baca juga : Dinkes Subang Minta Satgas Desa agar Mengoptimalkan Penanganan Covid-19

Hal tersebut, katanya, bisa dilakukan Satgas Desa, karena satgas ini lintas sektoral, ada Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda yang dibawah koordinator kepala desa. "Keluhan kepala desa amunisinya sedikit, karena dana yang 8 persen menipis telah dipakai dalam kurun enam bulan ini. Yang isolasi mandiri supaya diberi bantuan, mereka tidak bisa," ujarnya.

Makanya, dr. Maxi meminta kepada Sekda Kabupaten Subang untuk refocusing dana desa agar dipergunakan penanganan Covid-19. "Karena pecuma kalau desa tidak punya logistik, sehingga perlu refocusing dana yang ada di desa, kan banyak. Untuk keselamatan masyarakat, fokus dulu menangani Covid-19," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal