LampuHijau.co.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Kabupaten Subang, butuh 300 peti mati. Hal itu untuk antisipasi melonjaknya pasien Covid-19 meninggal dunia, karena kasus virus tersebut semakin melonjak tajam.
Direktur RSUD Ciereng, Kabupaten Subang dr. Ahmad Nasuhi mengatakan, ketersediaan peti mati sempat menjadi masalah karena kebutuhannya lebih cepat dari pembuatan peti mati. Hal ini, kata dia, karena pasien Covid-19 yang meninggal dunia melonjak dari sebelumnya.
"Dua hari tidak ada peti mati, ini sempat jadi masalah," ujar dr. Ahmad di kantornya, Rabu (16/6/2021).
Baca juga : Laju Covid Naik Tajam, Anies Minta Warga Lebih Waspada
Makanya peti mati tidak pesan dalam jumlah banyak, tapi bertahap, tidak seperti biasanya hingga 50 peti mati. Karena, dengan kematian rata-rata per hari lima orang, 50 peti mati tidak cukup sebulan.
"Kemarin kematian pasien Covid-19 puncaknya di RSUD, sampai tujuh orang dalam sehari. Pasen Covid-19 yang meninggal dunia RSUD Ciereng dalam dua minggu sebanyak 68 orang," ujarnya.
Pasien Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak itu, belum ditambah yang meninggal dari rumah sakit lain di luar Subang. "Ketersediaan peti mati kedodoran kita," ucap dr. Ahmad.
Baca juga : Empat Hari, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Subang Melonjak Tajam
RSUD, menurut dia, setidaknya butuh 300 peti mati sampai akhir tahun, jika kasus Covid-19 melandai. "Kalau kasusnya kayak gini terus tidak cukup, mudah-mudahan melandai," ucapnya.
Saat ini, kata dr. Ahmad, RSUD merawat 86 pasien Covid-19. Ditambah, 31 orang positif swab antigenya yang dirawat di IGD. Dari 31 orang itu, di mana 26 orang hasil PCR positif Covid-19, dan lima pasien lain menunggu hasil tes PCR. "Jumlahnya 117 pasien yang dirawat. Yang dirawat di RSUD umumnya dari klaster keluarga dan hajatan," ujarnya.
Maka dari itu, ia berharap agar satgas mengoptimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dan pasien yang gejalanya ringan dirawat di puskesmas. Karena RSUD terbatas alat pelindung diri (APD), tenaga medis, ruangan, dan lainnya. Terlagi, 25 perawat dan bidan, serta enam dokter terpapar Covid-19 sejak dua minggu lalu. (MGN)