Ngeri! Kematian Akibat Terkonfirmasi Covid-19 di Subang Capai 208 Orang

Senin, 14 Juni 2021, 15:24 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, Jawa Barat, mencatat pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia pada Senin, 14 Juni 2021 dari pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB, mencapai tujuh orang.

Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr. Maxi mengatakan, kasus terkonfirmasi Covid-19 mengalami peningkatan nyaris 300 persen pada minggu kedua dibandingkan minggu pertama Juni. Pada minggu pertama Juni, lanjut dr. Maxi, tercatat 128 orang terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan pada minggu kedua Juni, tercatat mencapai 409 orang yang terkonfirmasi Covid-19.

"Hari ini saja, dari jam 00.00 hingga 12.00 SIB, tujuh orang yang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia. Sampai hari ini, kematian mencapai 208 orang," ucap dr. Maxi di Kantor BPBD Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dari sekian yang meninggal dunia, kata dr. Maxi, paling parah di Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang.

Baca juga : Empat Hari, Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Subang Melonjak Tajam

"Dari Maret hingga hari ini, sudah 12 orang yang meninggal dunia," ujarnya.

Selain itu, katanya, warga Desa Kihiyang yang tengah menjalani isolasi mandiri 85 orang. "Desa Kihiyang paling parah, masuk zona merah. Zona merah lainnya, Kelurahan Kasomalang Wetan," ujarnya.

Maka dari itu, Satgas dan Kapolres Subang akan dialog pemerintah desa, terkait pembatasan di Desa Kihiyang. Desa lainnya, ada zona orange dan hijau. "Zona hijau hanya Desa Ciater," ujarnya.

Baca juga : Soroti Kasus Covid-19 di Jaksel, Ketua DPRD Minta Lurah-Camat Turun

Sementara itu, Direktur RSUD Ciereng, Kabupaten Subang dr. Ahmad Nasuhi mengatakan, untuk hari ini yang meninggal dunia terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Ciereng mencapai enam orang. Saat ini, tambahnya, untuk pasian Covid-19 yang tertahan di IGD RSUD Ciereng ada 26 orang. Pasien itu belum masuk ke ruang-ruang isolasi, karena petugasnya sudah penuh atau tidak ada.

"Ada ruang kosong 20 tempat tidur, tapi tidak bisa dibuka karena tenaga kesehatannya tidak ada," ucapnya.

Makanya, kata dr. Ahmad, RSUD Ciereng akan merekrut tenaga kesehatan mulai perawat, petugas keamanan, dokter umum, petugas pendorong oksigen, analis dan pengantar orang sakit. Nantinya, mereka tidak ditugaskan di ruang perawatan Covid-19. Tenaga medis senior akan digeser ke ruang perawatan Covid-19. Mereka akan kerja sama untuk tiga bulan ke depan.

Baca juga : Wakapolda Brigjen Hendro Pandowo Beri Semangat Pada Pasien Covid-19 di Tangerang

"Karena perawat dan bidan sebanyak 25 orang terpapar Covid-19, serta dokter enam orang. Mereka terpapar Covid-19 sejak minggu lalu. Mereka kelelahan menangani pasien," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal