LampuHijau.co.id - Densus 88 meledakkan barang bukti berupa bom rakitan di lahan kosong Perumahan Babelan Sakinah Residence, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/4/2019) siang. Bom rakitan tersebut adalah hasil penggeledahan Densus 88 di sebuah rumah dari terduga teroris berinisial EYW (26), di Kavling Al Barokah Nomor 12, RT 007 RW 14 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Selain bom, di rumah itu polisi mendapati sebilah samurai, anak panah, konektor dan pin dengan logo ISIS. Penggeledahan itu adalah hasil pengembangan dari kelompok terduga teroris di kios ponsel Wanky Cell, di Jalan KH. Muchtar Thabrani, Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Bom rakitan tersebut diledakkan pukul 11. 45 WIB oleh Tim Jinak Bom (Jibom) Gegana Mabes Polri Pimpinan AKBP Adarma Sinaga.
“Ini adalah rangkaian kegiatan dari pengembangan penangkapan terduga teroris di Bekasi Kota, yaitu Jati Asih dan Bekasi Utara,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Juwono.
Baca juga : Pemkot Jakut Canangkan Kota Tanpa Kabel
"Penyelidikan masih mengembangkan terus, jadi untuk menjelang Lebaran, kita bisa ciptakan kondusifitas jaminan keamanan yang terintegrasi,” sambungnya.
Argo melanjutkan, tersangka teroris sebagian besar sudah ditangkap, baik dalam keadaan hidup atau tewas. Usai meledakkan bom rakitan, rombongan Densus 88 menuju kembali ke lokasi penggeledahan. Untuk mencari informasi terkait EYW kepada tetangga sekitar.
Sebelumnya warga dihebohkan oleh penggerebekan sebuah toko ponsel bernama Wanky Cell, Bekasi Utara, yang dilakukan Densus 88, Rabu (8/5/2019) sore. Ketua RT setempat, Zakaria mengatakan, kios Wanky Cell sudah dibuka sejak satu tahun belakangan ini.
Baca juga : Spesialis Todong dan Bacok Dibekuk di Palmerah
"Itu ngontrak kira-kira baru satu tahun lebih lah, karyawannya ada 3 orang. Cuma tadi saat penggeledahan cuma ada 2 orang karyawannya,” ucapnya.
Zakaria mengaku sempat menyaksikan penggeledahan tersebut bersama Densus. Ia melihat terdapat bom rakitan dan sejumlah botol yang ditenggarai merupakan bahan kimia berbahaya. “Iya ada botol-botol gitu di lemari. Sudah dibawa Densus, itu barang bukti doang. Karyawannya enggak ada yang dibawa yah,” ujarnya.
Sementara, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto memastikan Densus 88 hanya menggeladah toko ponsel itu. “Tidak ada (terduga teroris) yang diamankan, itu hanya penggeledahan dan tim Densus menemukan bahan peledak. Saat ini sudah dibawa ke Mabes Polri,” tutupnya. (DIR)