Pengunjung Keluhkan Sampah Menumpuk di Pantai Patimban

Sabtu, 15 Mei 2021, 20:35 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pengunjung Pantai Patimban mengeluhkan banyaknya sampah di bibir pantai yang terletak di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Sabtu (15/05/2021). Sampah yang umumnya anorganik tersebut, di antaranya, kantong plastik, karung, sedotan, kain, dan lainnya, membuat pantai terlihat kotor dan jorok. Padahal, pengunjung datang ke pantai dipungut tiket Rp10 ribu per orangnya.

Pengunjung yang datang mulai dari anak kecil, remaja, dewasa dan orang tua. Mereka memakai sepeda motor, mobil, dan pikap untuk sampai ke pantai tersebut. Mereka main di pantai, berenang, nongkrong, dan makan. Pengunjung yang berenang dan main di pantai terpaksa harus menginjak tumpukan sampah tersebut.

"Kumuh banget," ujar salah satu pengunjung Pantai Patimban, DN (25).

Baca juga : 4 Kesalahan Yang Selalu Kita Lakukan Saat Mencuci Baju

Menurut perempuan cantik asal Kecamatan Binong, Kabupaten Subang tersebut, jika saja Pantai Patimban dikelola dengan baik, maka akan menjadi ikon wisata Kabupaten Subang. "Kalau dikelola dengan baik wisatawan luar Subang datang ke sini. Kalau seperti ini (banyak sampahnya) bingung karena kumuh banget," ucapnya.

Masalah sampah ini jadi tanggung jawab bersama baik pengelola pantai maupun pengunjung. Pengunjung harusnya tidak buang sampah sembarangan.

"Saya mulai dari hal kecil, saat makan sesuatu di jalan, sampahnya masukan ke tas begitu di rumah dibuang ke tempat sampah," ucapnya.

Baca juga : Presiden Jokowi Luncurkan Gerakan Cinta Zakat di Istana Negara

Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah menyediakan tempat pengolahan sampah baik organik maupun anorganik, agar masyarakat tidak membuang sampah ke pantai maupun sungai. Tumpukan sampah ini jadi penyebab sepinya pengunjung. Selain dari adanya Covid-19. ‘’Lihat saja suasana pantai ini sepi,’’ keluh warga yang usaha penyewaan ban, Dika (20).

Dika menyewakan puluhan ban renang dengan berbagai model, baik untuk anak-anak maupun dewasa. Namun, hari ini pun cuma baru 20 ban disewakan yang bisa dapet 50-100 di hari libur.

Tak hanya hari ini, sepinya pengunjung juga terlihat pada hari pertama libur panjang, kemarin. Dari penyewaan ban kemarin, dia mendapat Rp 500 ribu. "Kalau libur, bisanya dapat Rp 1.500.000. Karena ada corona, pantai jadi sepi,’’ pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal