LampuHijau.co.id - Sekertaris Desa (Sekdes) Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Dadang, membantah disebut sebagai penadah mobil hasil kejahatan seperti yang diberitakan salahsatu media online.
Ia menegaskan tak segan segan mengambil langkah hukum karena pemberitaan tersebut telah mencemarkan nama baiknya serta reputasinya sebagai pejabat publik.
Dadang membeberkan mencuatnya berita itu jelas telah mencoreng nama baiknya, padahal unit mobil Daihatsu Sigra dengan plat nomor B 1904 CZJ yang sedang dicari pemiliknya tidak ada sangkut paut dengannya.
Baca juga : Bantah Mafia Tanah, Warga Dukung Pembangunan Tangerang Utara
Dadang menyebut kasus itu urusan antara Faisal menantunya dengan seorang warga berinisial Ed prihal gadai mobil. ED menggadai mobil ke menantunya sebesar Rp 20 juta.
Hingga jatuh tempo yang ditentukan Ed tidak juga menebus, bahkan menghilang, kemudian datang orang lain yang akan menebus namun dengan ancaman pemberitaan.
"Yang menandatangani kwitansi itu jelas menantu saya bernama Faisal, saya hanya membela sebagai orang tua dari anak saya, kenapa Saya yang disebut penadah? Jelas ini pencemaran nama baik. Saya telah diskusi dengan beberapa teman dan ada rencana membawa kasus ini ke ranah hukum," ungkapnya.
Dadang, berharap pada masyarakat kampung kelor untuk tidak percaya dengan pemberitaan tersebut, karena semua faktanya tidaklah benar alias Hoax.
Dadang juga menyebut Faisal menantunya korban dari perbuatan orang tidak bertanggung jawab karena telah begitu saja percaya dengan orang lain yang justru ditolongnya.
Apalagi uang yang diberikan ke penggadai hasil jerih payah selama bekerja. "Jadi perlu diketahui menantu saya itu sekarang menganggur dan duit itu didapat dari BPJS hasil kerja payah Faisal sekian tahun. Tapi Faisal menerima benih pahit dari orang yang tidak bertanggung jawab dari seorang berinisial Ed, dan DN," ungkapnya.
Baca juga : Polda Bagi-bagi Masker dan Sembako di Kawasan Kota Tua
DN sendiri adalah perantara yang mengantarkan menantunya ke seorang berinisial Ed yang akan menggadai mobil. Mereka bertemu di sebuah Ruko dan DN meyakinkan Faisal bahwa benar ini adalah Ruko dan usahanya ED hingga Faisal percaya. (WAH)