LampuHijau.co.id - Pertamina didesak untuk menyampaikan secara terbuka kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan masyarakat terkait penyebab kebakaran empat tangki Pertamina RU VI Balongan, Kabupaten Indramyu, Jawa Barat.
Desakan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII meliputi Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, Herman Khaeron, Jumat (2/4/2021). Menurutnya, kebakaran terhadap tangki hasil pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar siap pakai jenis pertalite tersebut, perlu disampaikan secara terbuka kepada publik. Karena, kata Herman, secara teknis tangki E, F, G dan H yang kebakaran masih layak, sertifikat masih baik, dan seluruh prasyarat sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Baca juga : Bupati Ajak Doakan Korban Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan
"Siapa yang salah, agar disampaikan ke publik. Kalau faktor alam juga supaya sampaikan ke publik, agar tidak terjadi hal serupa di daerah lain, termasuk di Balongan," ucap Herman.
Namun, kata mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini, sampai saat ini Pertamina masih melakukan penyelidikan penyebab empat tangki yang kebakaran. "Saat ini, masih ada api, dan proses pemadaman. Tadi sudah mendorong agar secepatnya dilakukan pemadaman kebakaran, meski kemarin sudah mulai produksi, karena tangki lainnya masih bisa fungsikan," ucapnya.
Baca juga : Setiap Ramadan, DKI Catat Kenaikan Permintaan Pangan Hingga 15 Persen
Selain itu, lanjut pria biasa disapa Kang Hero, juga mendorong Pertamina menjamin ketersediaan bahan bakar untuk Jawa Barat dan DKI, karena Balongan suplai ke Jawa Barat dan DKI. "Korban pun agar betul-betul ditangani dengan baik, karena ada 6 korban yang harus serius ditangani, dan 870 sekian warga mengungsi. Mereka harus ditangani dengan baik," ucapnya.
Dengan penanganan baik, lanjut Kang Hero, masyarakat supaya bisa hidup normal kembali. Ia pun yakin Pertamina telah secara serius memulihkan situasi dan kondisi tersebut. (MGN)