Kanwil DJBC Jawa Barat Telusuri IKM Ekspor Pakai Perusahaan Orang Lain

Kamis, 1 April 2021, 22:40 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Barat terus mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) melakukan ekspor terhadap produknya dengan menggunakan perusahaan sendiri.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat Saipullah Nasution mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah IKM yang ada di Jawa Barat mencapai 9.740 IKM. Namun, kata dia, baru 18 IKM yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor-Industri Kecil Menengah (KITE IKM).

Baca juga : Namanya Sama, Tapi Konsep Pam Swakarsa Tahun 1998 Beda dengan Sekarang

"KITE IKM tidak hanya bagi pengusaha rotan, tapi garmen, alat musik, pakaian muslim dan lainnya," kata Saipullah, di sela-sela Ekspor Perdana CV Flamingo Rotan ke Jerman, Kamis (1/4/2021).

Menurut Saipullah, masih banyaknya IKM belum mendapatkan fasilitas KITE IKM perlu sinergi Bea Cukai, pemerintah daerah (pemda), asiosiasi, dan wartawan untuk membangkitkan IKM. "Bea Cukai diminta pimpinan untuk turun ke daerah membantu perusahaan-perusahaan yang ada di daerah untuk ekspor. Bea Cukai tidak bisa kerja sendiri, tapi butuh sinergitas," ujarnya.

Baca juga : Ngeri Ini Mah, Maskawin Pernikahannya Sepasang Ular Piton

Makanya Bea Cukai sedang menelusuri IKM yang melakukan ekspor, tapi tidak menggunakan perusahaan sendiri. Karena tak sedikit ekspor ke Malaysia menggunakan perusahaan orang lain.

"Kalau pakai nama perusahaan lain, kita tidak dapat apa-apa, termasuk fasilitas KITE IKM. Karena yang dapat perusahaan yang dipakai namanya untuk ekspor," ucapnya.

Baca juga : Kanwil DJP Jabar II Siap Lampaui Target Peneriman Pajak di Tahun 2021

Padahal, lanjut dia, pengusaha Jawa Barat yang memakai perusahaan sendiri bisa dapat fasilitas yang keuntungannya berupa biaya produksi, pelayanan cepat, dan jadi wajib pajak dapat fasilitas.

Sementara Direktur Utama CV Flamingo Rotan, Sylvester Stallone Mapalulo mengatakan, ekspor perdana dengan menggunakan nama perusahan sendiri tak lepas dari bantuan Bea Cukai. "Bangga bisa ekspor dengan nama perusahaan sendiri. Karena selama kurang lebih dua tahun melakukan ekspor produk rotan menggunakan perusahaan orang lain. Kami banyak dibantu Bea Cukai," ucapnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal