Proyek Pembangkit Listrik Cirebon Power Beri Berkah Bagi Penjahit

Minggu, 28 Maret 2021, 21:25 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pembangunan pembangkit listrik Cirebon Power unit 2 rupanya beri dampak positif bagi warga sekitar. Salah satunya, para penjahit. Sebab bagi mereka, orderan menjadi cukup membludak setiap bulannya.

Orderan tersebut didapatkan dari perusahaan yang terlibat dalam pembangunan proyek ataupun dari pribadi para pekerja. Salah satu penjahit asa Desa Kanci Kulon, Juriah mengatakan, pesanan pembuatan wearpack (seragam) para pekerja di PLTU Cirebon Power, setiap bulannya mencapai puluhan pesanan dengan harga yang bervariasi. Rerata, kata dia, harganya mulai dari Rp 150 ribu-Rp 180 ribu, untuk setiap seragamnya.

Pembuatan seragam ini dipesan oleh para pekerja dari sejumlah perusahaan yang berbeda. Kata Juriah, dalam setiap bulannya, para pejahit bisa dapat order pembuatan seragam, hingga 30 buah. Pesanan tersebut bisa dalam bentuk kolektif ataupun perorangan.

"Ada yang langsung bikin banyak, ada juga satuan," ujar Juriah, dalam rilisnya, Minggu, 28 Maret 2021.

Tingginya orderan yang dilakukan oleh para pekerja dari PLTU Cirebon Power, juga dibenarkan oleh Hasanah. Saat ini, ia sedang mengerjakan sejumlah pesanan seragam dari para pekerja di PLTU Cirebon Power.

Baca juga : Hendak Pulang ke Cirebon, Pasutri Jadi Korban Penjambretan di Pantura Subang

Hasanah mengatakan, harga yang ditetapkan, tergantung juga dari model yang diinginkan oleh pemesan. Jika yang biasa saja, mungkin bisa lebih murah. Namun jika menghendaki menggunakan bordir, harganya bisa lebih mahal.

"Karena, kami belum memiliki alat bordir sendiri, jadi menggunakan jasa pihak lain," kata Hasanah.

Walaupun ada sekitar 15 penjahit yang berada di Desa Kanci Kulon dan sekitarnya, namun pesanan yang dilakukan para pekerja PLTU Cirebon Power, hampir rata didapatkan seluruh penjahit.

Ruqoyah, salah satu penjahit alumnus UMKM Jahit Cirebon Power, juga merasakan dampak positif tentang keberadaan proyek Cirebon Power. Menurutnya, orderan dari Cirebon Power juga, cukup banyak menggunakan jasa jahit miliknya.

Ia tidak mempromosikan secara khusus usaha jahitnya tersebut. Namun karena adanya kepuasan yang dialami oleh para pelanggan, membuat usaha jahitnya digemari para pekerja dari pembangkit Cirebon Power. "Mungkin karena bikinan saya rapih, jadi mereka cerita juga ke yang lainnya. Sehingga banyak yang jahit ke saya," kata Ruqoyah.

Baca juga : Pandemi Covid-19, Bea dan Cukai Cirebon Mampu Beri Pendapatan bagi Negara

Salah satu kendala yang dialami para penjahit adalah masalah permodalan. Karena menurut Ruqoyah, tidak sedikit pesanan yang masuk, tidak terlebih dahulu memberikan uang muka. Hal tersebut membuat para pejahit harus mengeluarkan modal terlebih dahulu.

Selain itu, banyak juga bahan seragam yang menggunakan bahan yang cukup keras. Sehingga membutuhkan mesin jahit atau obras yang menggunakan ukuran besar. Karena jika menggunakan dengan mesin kecil, jarumnya akan patah.

"Jadi, kadang juga ikut nebeng ke pejahit lainnya. Kebetulan, mereka juga alumni dari UMKM Jahit Cirebon Power," ujar Ruqoyah.

SementarabCommunnity Development Officer Cirebon Power, Yanuar Barlianto mengatakan, pihaknya cukup bangga, karena pelatihan jahit yang diberikan oleh Cirebon Power, memberikan manfaat bagi masyarakat. Terbukti dengan banyaknya alumni UMKM Jahit Cirebon Power, yang saat ini sudah membuka usaha sendiri.

Selain itu, ia juga senang dengan dampak positif yang dialami oleh masyarakat, dengan adanya keberadaan proyek di pembangkit Cirebon Power. Yanuar mengatakan, walaupun sudah menjadi alumni di UMKM Jahit Cirebon Power, namun pihaknya masih sering berkomunikasi dan pendampingan. Bahkan, pihaknya juga masih terus memberikan peluang usaha bagi para alumni UMKM Jahit Cirebon. Order tersebut bisa berupa pembuatan pakaian, seragam, masker maupun goddy bag.

Baca juga : Relawan Binaan Cirebon Power Aktif Bantu Menangani Pandemi Covid-19

"Memang, yang diutamakan oleh kita, yaitu yang saat ini berada di UMKM Jahit. Namun kami juga berbagi order untuk yang sudah mandiri," ujar Yanuar.

Yanuar berharap, dampak positif yang dialami oleh masyarakat saat ini, bisa dirasakan seterusnya. Selain itu, ia juga berharap pengetahuan jahit yang dimiliki oleh para alumni UMKM jahit Cirebon Power bisa ditularkan juga kepada masyarakat lainnya. (MGN/RLS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal