LampuHijau.co.id - Guna mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dari berbagai sektor terkait, PT Dahana (Persero) mendukung pembangunan Rumah Edukatif di Kampung Keluarga Berkualitas Cibogo Beringas, Dangdeur, Subang, Jawa Barat. Acara peresmian Rumah Edukatif ini diselenggarakan pada Rabu, 10 Maret 2021, dengan dihadiri Bupati Subang H. Ruhimat, Direktur Utama Dahana sekaligus Ketua Forum CSR Subang Budi Antono, dan perwakilan-perwakilan dinas terkait lainnya.
Beberapa fasilitas dibangun di Rumah Edukatif Cibogo Beringas ini, di antaranya pengolahan daur ulang sampah organik dengan menggunakan ulat maggot.
Baca juga : Bantah Mafia Tanah, Warga Dukung Pembangunan Tangerang Utara
"Selain untuk mengurai sampah, ulat maggot ini juga bisa dimanfaatkan untuk pakan burung atau ikan," ujar Tedi, salah satu pengurus Rumah Edukatif Kampung Cibogo Beringas.
Sementara dalam sambutannya, H.Ruhimat sangat mendukung apa yang dilakukan oleh warga Kampung Cibogo Beringas ini. Menurutnya, untuk mewujudkan program Subang Jawara, dibutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat. Salah-satunya dengan apa yang dilakukan oleh warga Kampung Cibogo Beringas.
Baca juga : Ratusan Rumah Warga di Muara Gembong Diterjang Rob
"Jika semua elemen masyarakat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan di Kampung Cibogo Beringas ini, saya yakin cita-cita kita semua dalam mewujudkan Subang Jawara bisa terwujud," ujar H. Ruhimat.
Sementara di sela-sela acara peresmian, Budi Antono berharap, kehadiran Rumah Edukatif ini bisa menjadi wadah akselerasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter untuk mewujudkan Subang Jawara. "Dahana sangat mendukung program pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk meningkatkan kualitas SDM di Subang. Di antaranya Dahana membangun Taman Canda yang merupakan kawasan terintegrasi antara taman bacaan, taman bermain, dan museum.
Baca juga : Pemkot Depok Realisasikan Pembangunan Pasar Rakyat di Sawangan
Selain itu, ada unit Nursery Dahana yang ke depannya bisa menjadi sarana edukatif untuk masyarakat umum yang bisa digunakan sebagai fasilitas belajar dalam pembibitan tanaman maupun budidaya peternakan," ucap Budi. (MGN/RLS)