LampuHijau.co.id - Harga cabai rawit terpantau masih tinggi di beberapa pasar tradisional di Kota Depok. Harga cabai rawit berada dikisaran Rp 150 ribu per kilogram.
Itu lantaran intensitas hujan yang tinggi selama beberapa pekan terakhir menyebabkan sentra penghasil cabai rawit gagal panen dan ketersedian berkurang.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Anim Mulyana mengatakan, cabai yang masuk ke Kota Depok diproduksi dari petani yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Karena curah hujan yang tinggi, menyebabkan lahan pertanian di sana terendam banjir dan banyak petani yang mengalami gagal panen.
Baca juga : 78 Wartawan Divaksin Covid-19 di RSUD Depok
"Harga cabai naik sejak akhir Januari lalu, puncaknya akhir Februari. Hingga saat ini masih tinggi," katanya kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).
Dijelaskannya, pada pertengahan Februari, harga cabai rawit merah rata-rata berkisar Rp 60 – Rp 90 ribu/kg. Namun, akhir Februari sampai awal Maret mencapai Rp 100 ribu/kg. "Harga cabai merah per hari ini di lima pasar milik Pemkot Depok rata-rata Rp 108 ribu/kg," jelasnya.
Meski harga cabai sedang naik, sambung Anim, stoknya tetap aman dan cukup. Dirinya berharap pada pertengahan Maret nanti, harga cabai rawit merah sudah menurun.
"Kami senantiasa melakukan monitoring harga bahan kebutuhan pokok di pasar rakyat di Depok," katanya.
Baca juga : Jambret yang Bikin Emak-emak di Tangerang Tewas Diciduk
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Depok Jaya Intan mengaku, lonjakan harga telah terjadi sejak sepekan lalu. Sebelumnya, harga cabai rawit merah hanya Rp 100 - Rp 120 ribu/kilo. Sedangkan harga normal, biasanya cuma sekira Rp 60 ribu/kilo.
“Sudah semingguan ini harganya Rp 150 ribu/kilo. Kita jualnya jadi bingung," katanya. Intan tak menampik, kondisi ini telah membuat pendapatannya turun drastis. Sebab, banyak pelanggan yang akhirnya hanya membeli dengan jumlah sedikit.
“Ya pasti berkurang. Biasa pada beli sekilo sekarang jadi cuma seperapat saja. Yang beli pada enggak jadi,” katanya.
Terpisah, pedagang sayur di Pasar Kemirimuka Parni menyebut kenaikan harga cabai terjadi sejak tiga minggu lalu. "Kalau cabai rawit merah yang sudah dipetik harganya Rp110 ribu dan yang belum dipetik Rp100 ribu," katanya.
Baca juga : Ssstt…THM yang Langgar PPKM di Melawai Mau Ditutup Permanen
Ia mengatakan harga cabai naik karena banyak petani yang gagal panen akibat banjir di sejumlah daerah. Kondisi itu membuat terjadinya kelangkaan cabai rawit.
"Kalau lagi naik gini sedikit yang beli jadi saya mengurangi stok yang sebelumnya 20 kilogram sehari, sekarang menjadi 15 kilogram sehari," katanya. (HEN)