LampuHijau.co.id - Wilayah hulu yakni Bogor sering dituduh menjadi penyebab banjir di Jakarta. Padahal menurut Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, ada banyak faktor yang menjadi penyebab banjir di ibu kota negara. Bukan hanya air kiriman dari hulu. ”Aliran air dari hulu memang menjadi salah satu penyebab banjir di Jakarta. Tapi itu terjadi jika tinggi muka air di Bendung Katulampa siaga 1. Pada Sabtu (20/1), tinggi muka air di Bendung Katulampa hanya siaga 3,” ujar Bima Arya.
Saat itu Jakarta juga diguyur hujan dan beberapa lokasi di Jakarta sudah tergenang banjir. Artinya volume air di Jakarta sudah tinggi. Kemudian jika soal hulu, bukan kiriman air dari Bogor, tapi juga bicara kondisi daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dari hulu menuju ke hilir di Jakarta. ”Sebenarnya yang menyebabkan banjir di Jakarta juga dipengaruhi kondisi Daerah Aliran Sungai Ciliwung ke Jakarta. Banyak dibangun rumah liar, banyak sampah sehingga terjadi pendangkalan,” kata Bima Arya.
Baca juga : RS di Jakarta Bisa Kolaps, Nggak Nampung Pasien Lagi
Menurut Bima, dirinya sudah mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan mengusulkan agar penanganan DAS Ciliwung tidak dilakukan sendiri-sendiri, tapi harus bersama-sama secara komprehensif dan terintegrasi. Lanjut Bima, persoalan banjir Jakarta tidak bisa diselesaikan sepihak dan dalam waktu singkat. Penanganan banjir di Jakarta tidak bisa parsial dan temporer saat musim hujan saja.
Baca juga : Warga Jakarta Barat Dapat Bantuan 2000 Karung Beras 5 Kg, dan 4000 Masker
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat meninjau Pintu Air Manggarai menyebut, banjir di Jakarta, salah satu penyebabnya adalah limpahan air dari kawasan hulu yakni dari Bogor dan dari kawasan tengah yakni Depok. Berdasar data laman bpbdjakarta.go.id, pada Sabtu (20/2), tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa Bogor adalah 60 cm atau siaga 4. Sedangkan, TMA di beberapa pintu air di Jakarta ada yang siaga 1 dan 2. Yakni di Pintu Air Karet, Pintu Air Angke Hulu Siaga, serta di Pintu Air Sunter Siaga I.(LHTJ)