Cek Banjir Pamanukan, Gubernur Jabar: Jangan sampai Viral Ada Warga Tidak Tertolong!

Selasa, 9 Februari 2021, 17:43 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kapolda Jabar Irjen (Pol) Ahmad Dofiri bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengecek banjir di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Mereka disambut Bupati Subang Ruhimat, Kapolres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto, Dandim 0605/Subang Letkol Arh Edi Maryono, dan pejabat lainnya, Selasa (9/2/2021).

Kapolda menyampaikan, agar Kapolres Subang kerahkan potensi yang ada, dirikan dapur lapangan dekat dengan pengungsian dan perhatikan keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan warga.

"Gunakan perahu-perahu yang ada untuk melakukan patroli ke rumah-rumah yang ditinggalkan agar masyarakat merasa aman pada saat meninggalkan rumah," ucar mantan Kapolda Banten tersebut.

Pangdam pun menginstruksikan Dandim 0605/Subang agar dapur lapangan segera disiapkan untuk membantu, karena pengungsi sangat banyak sekali. "Masalah pakaian, kita himbau untuk sodara kita memberikan bantuan berupa pakaian layak pakai," ujarnya.

Baca juga : Banjir Pamanukan Bikin 19 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi di Lima Tempat

Di tempat yang sama, Gubernur Jabar meminta BPBD Jabar dan BPBD Kabupaten Subang untuk menghitung keperluan teknis evakuasi, apa yang kurang segera koordinasikan agar warga tertolong. "Jangan sampai viral ada warga yang tidak tertolong," tegasnya.

Di lapangan, kata dia, hitung jumlah dapur yang jumlahnya memadai untuk pengungsi. "Kebutuhan berupa pakaian kita pastikan dan lakukan pendataan kebutuhannya," ucapnya.

Selain itu, kata dia, Bupati Subang agar disosialisasikan terkait prediksi dari BMKG sehingga masyarakat dapat melakukan persiapan-persiapan. Prediksi BMKG potensi hujan tiga hari ke depan cukup ekstrim atau bisa disebut tinggi. Untuk di wilayah Subang diperkirakan curah hujan tinggi sampai akhir bulan Februari.

Di tempat yang sama, Bupati menyampaikan wilayah Kecamatan Pamanukan memang setiap tahun terjadi banjir. "Tahun ini yang merupakan kejadian yang paling parah," tegasnya.

Baca juga : Polsek Cijambe Beri Imbauan agar Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Akibatnya, kata Ruhimat, Kecamatan Legonkulon dan Kecamatan Blanakan sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. "Untuk bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak di dua kecamatan terebut menggunakan Perahu melalui jalur pantai," ujarnya.

Menurut Dandim, warga terdampak banjir Pamanukan, masih ada yang belum dievakuasi. Namun, tim terus berusaha untuk mengevakuasi warga terdampak banjir ke tempat aman.

Selain melakukan evakuasi, kata dia, pihaknya harus mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Area Pengungsian. "Kami pun mengantisipasi penyebaran Covid-19," ujarnya.

Kapolres menyampaikan, Polres Subang melakukan evakuasi menggunakan dua perahu karet dan pelampung. Malam sebelumnya dilakukan evakuasi dan masyarakt ada yang tidak mau.

Baca juga : Polres Indramayu Gencar Razia Warga tidak Memakai Masker

"Setelah air naik kita lakukan langkah langkah evakuasi dan menurunkan perkuatan yang ada, namun debit air malah makin naik dan sulit untuk melakukan evakuasi," ucapnya.

Pihaknya masih kesulitan untuk evakuasi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Legonkulon. "Sampai saat ini belum ada laporan terkait korban jiwa (akibat bencana banjir)," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal