Tanya Penggunaan Dana BOS, Sejumlah Guru SD di Tajur Halang Dipecat Kepsek

Kamis, 21 Januari 2021, 12:30 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Sejumlah guru yang dipecat sepihak oleh oknum kepala sekolah (kepsek) Sekolah Dasar Swasta (SDS) Mitra Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, kembali mendatangi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jalan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Salah seorang perwakilan guru, Esa Tarigan mengatakan, kedatangan dirinya dengan sejumlah guru yang menjadi korban pemecatan sepihak oknum kepsek ke gedung PGRI Kabupaten Bogor untuk menanyakan hasil kunjungan ketua organisasi guru tersebut yang diketahui telah mendatangi yayasan SDS Mitra Tajur Halang.

"Kami ke sini tujuannya untuk menyelesaikan persoalan, sebagai upaya guru yang dipecat sepihak oleh oknum kepsek SDS Mitra Tajur Halang supaya bisa mengajar lagi di sekolahan tersebut," kata Esa kepada wartawan, kemarin.

Ia menegaskan, adanya bantahan dari oknum kepsek SDS Mitra Tajur Halang yang menyebut bahwa dirinya yang juga berstatus guru di sekolah tersebut mempunyai niat untuk mengambil alih yayasan tersebut, Esa mengaku bahwa hal itu merupakan kabar bohong.

Baca juga : Solusi Pengendalian Banjir, Sumur Resapan Baru Ada di Kantor Milik Pemprov DKI

"Tidak pernah ada benak sedikit pun dalam hati saya untuk ngomongin ataupun mengambil alih yayasan itu dari oknum kepsek SDS Mitra Tajur Halang yang telah melakukan pemecatan sepihak yaitu bernama Osias," jelasnya.

Menurutnya, keinginan dirinya dan sejumlah guru yang terkena pemecatan sepihak ini hanya menginginkan ke transparanan dalam penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun dana bantuan dari pihak manapun.

"Masa hanya karena menanyakan penggunaan dana BOS oleh oknum kepsek tersebut, lantas sejumlah guru langsung dipecat begitu saja tanpa adanya pesangon," tegasnya.

Lebih lanjut Esa memaparkan, apabila dalam sebuah organisasi maupun lembaga jika managemennya di atur dengan baik dan secara transparan, maka akan maju dan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Baca juga : Langgar Aturan PSBB, Sejumlah Cafe di Tebet Ditutup Permanen

"Yang saya cuma mau cuma transparan saja penggunaan anggaran BOS maupun bantuan dana dari pihak manapun. Kalau dikelola dengan baik management nya tentu guru dan sekolahnya pasti maju, itu yang saya mau," tuturnya.

Sementara itu, ketua PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi mengungkapkan, untuk sejumlah guru yang telah datang dua kali ke markasnya itu, hanya menginginkan agar diakui keberadaannya oleh yayasan di tempatnya mengajar dulu.

"Kalau saya si setuju, karena bagaimanapun mereka semua berniat baik untuk mendidik anak-anak bangsa," akunya.

Pria yang merupakan pensiunan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor itu berjanji, dirinya selaku ketua PGRI Bumi Tegar Beriman akan berupaya untuk sejumlah guru ini dapat kembali mengajar di Yayasan tersebut.

Baca juga : Garam Himalaya Akhirnya Dimusnahkan

"Insya Allah kita akan berupaya agar mereka kembali ke sekolah untuk mengajar anak-anak didik di sekolahan tersebut," pungkasnya. (HEN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal