Hasil Kajian, Bupati Rekomendasikan Pemekaran Kabupaten Subang Utara

Kamis, 14 Januari 2021, 20:35 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kajian pemekaran Kabupaten Subang wilayah utara merupakan tindak lanjut dari apa yang telah dijanjikan pasangan Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi, sebelum terpilih sebagai Bupati Subang dan Wakil Bupati Subang. Hal ini disampaikan Bupati Subang Ruhimat saat Zoom Meeting Sosialisasi Kajian Rencana Pemekaran Daerah Subang Utara di ruang Bupati 1, Pemkab Subang, Kamis (14/01/2021).

"Hal tersebut bentuk respons dari aspirasi masyarakat Pantura. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat pantura agar menjaga ketertiban dan kondusivitas" ucap pria biasa disiapa Kang Jimat.

Imbauan ini, kata Kang Jimat, mengingat program strategis nasional Pelabuhan Internasional Patimban sudah beroperasi dan Jalan Patimban-Cilamaya sedang dalam proses.

Berita Terkait : Hofland Coffee, Mitra Binaan Dahana Ikut Pameran Kopi Internasional Dubai

Ketua Tim Kajian Pemekaran Daerah Subang Utara Dr. Drs. Rahman Mulyawan, M.Si memaparkan hasil kajian akademik para ahli, di antaranya kajian aspek hukum, demografi, keamanan, sosial politik, dan ekonomi direkomendasikan untuk pemekaran. "Berdasarkan polling tentang pemekaran daerah Kabupaten Subang, 52,29% sangat setuju, 30,66% setuju, 4,88% tidak setuju, 10,10% sangat tidak setuju, 1,85% tidak berpendapat," ujarnya.

Kemudian berdasarkan laporan tim kajian, ada 14 kecamatan yang akan masuk dalam Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB), yakni Kecamatan Blanakan, Ciasem, Legonkulon, Pamanukan, Patokbeusi, Sukasari, Pusaka jaya, Pusakanagara, Cikaum, Tambakdahan, Binong, Compreng, Pabuaran, dan Purwadadi. Dari luas wilayah dan persebaran penduduk Kecamatan Ciasem memiliki wilayah paling luas dan paling banyak penduduknya, dengan luas 110,04 km2 berpenduduk sebanyak 114.942 jiwa.

"Namun, tingkat kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Pamanukan yaitu sebesar 1836,36 jiwa/km2," tambah salah satu tim pengkaji dari ITB, Nurrochman ST, MT, Ph.D.

Berita Terkait : Wapres Kunjungi dan Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Kabupaten Subang

Adapun Sosialisasi Kajian pemekaran Daerah Kabupaten Subang Utara ini diikuti Sekda Subang Aminudin, para Asda dan staf ahli bupati, kepala OPD, para camat se-Kabupaten Subang. Selain itu, Lurah, Kades, BPD, serta tokoh masyarakat se-Kabupaten Subang.

Pemda Kabupaten Subang akan mempersiapkan sosialisasi ke lapangan, sambil menunggu RPP penatan daerah dan RPP desain besar penataan daerah disahkan.

Berikut adalah Daftar Tim Kajian Pemekaran Daerah Kabupaten Subang: Dr. Drs Rahman Mulyawan, M.Si, Dr. R Widya Setiabudi S.SIP, MT, Ph.D, Ridwan Sutriadi, ST, MT, Ph.D, Nurrochman ST, MT, Ph.D, Ida Widianingsih, SIP, MA , Ph.D, Dr. Caroline Pakarina, SIP, M.Si, Edi Jaenudin, SE, M.Si, Dr. Irlandia Ginanjar, S.Si, M.Si, dan Asisten Peneliti. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal