LampuHijau.co.id - Minat masyarakat untuk donor darah di kantor Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Subang, Jawa Barat menurun saat pandemi Covid-19.
Menurut Kepala UTD PMI Kabupaten Subang, dr. H. Ahmad Nasuhi, M.Kes, kebutuhan darah dalam satu bulan mencapai 1.000 labu dengan berbagai golongan darah. Labu darah sebanyak itu, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng dan rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Subang.
Baca juga : Putus Penyebaran Covid-19, Polsek Subang Bagikan 200 Masker Gratis
"Mayoritas stok darah di PMI untuk memenuhi bank darah di RSUD Subang, mencapai 40-50 persen," ucapnya di Markas PMI Kabupaten Subang, Rabu (06/01/2021).
Namun, saat pandemi Covid-19, masyarakat kurang berminat datang ke UTD PMI untuk melakukan donor darah. Penyebabnya, masyarakat merasakan khawatir akan Covid-19. Padahal, masyarakat aman saat berdonor di PMI. Sebab, di internal PMI selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes), dan masyarakat yang akan donor dicek kesehatannya.
Baca juga : PT Subang Sejahtera akan Menjadi Distributor Pupuk ke Tiap BUMDes
"Minat masyarakat untuk melakukan donor darah saat pandemi Covid-19 mengalami penurunan mencapai 10 hingga 20 persen," ujarnya.
Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan darah, PMI jemput bola. Di antaranya, dengan cara merangkul komunitas, keluarga yang butuh darah, dan bank darah desa.
Baca juga : Putus Penularan Covid-19, Wagub Pastikan Tak Ada Izin Keramaian Tahun Baru
"Jika ada masyarakat yang akan donor darah, namun enggan datang ke PMI, kami siap jemput bola dengan datang ke tempat yang bersangkutan," ucapnya.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat tidak ragu berdonor darah, karena banyak masyarakat membutuhkan darah. "Kami ajak masyarakat untuk donor darah," ajaknya. (MGN)