LampuHijau.co.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melakukan Rapid Test Antigen kepada karyawan dan pengunjung Sari Ater Hotel & Resort Subang, Jumat (1/1/2021). Rapid Test Antigen karyawan dan pengunjung ke tempat wisata di Jalan Raya Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, itu sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Corporate Communications Manager PT Sari Ater, Yuki Azuania menyambut baik Rapid Test Antigen yang digelar Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang. Sebab, kata Yuki, Rapid Test Antigen dilaksanakan terhadap karyawan dan pengunjung Sari Ater dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.
"Hal ini untuk memastikan karyawan dan pengunjung Sari Ater dalam kondisi sehat, dan aman," ucapnya.
Baca juga : Dampak Covid-19, Arus Lalu Lintas di Perempatan Sari Ater Turun 75 Persen
Salah satu karyawan Sari Ater, Siti mengaku deg-degan saat Rapid Test Antigen. "Karena baru pertama kali, sehingga deg-degan. Apalagi setiap hari melayani pengunjung," ucapnya.
Namun, lanjut Siti, setelah hasil Rapid Test Antigen keluar, ia baru merasa tenang. "Alhamdulillah, hasilnya negatif," ucap karyawan bagian marketing Sari Ater Hotel & Resort.
Sementara anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr. Meity Damayanti mengatakan, Rapid Test Antigen dilakukan secara acak terhadap karyawan dan pengunjung Sari Ater. Alasan Sari Ater jadi titik dilakukan Rapid Test Antigen, menurut dia, karena tempat wisata ini favorit masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Subang.
Baca juga : Hasil Rapid Test Antigen Positif, 52 Calon Penumpang Gagal Naik KA
"Rapid Test Antigen gratis dilakukan terhadap 50 orang. Dilakukan hanya sebanyak itu, sebab, alat tesnya terbatas. Rapid antigen hanya dapat 500 dari provinsi," ucap plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Komara Nugraha, petugas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupten Subang menambahkan, Rapid Test Antigen tidak hanya dilakukan di Sari Ater, saja. Namun, di tempat lainnya. Sebelum di Sari Ater, kata Komara, dilakukan terhadap 50 orang yang melakukan perjalanan saat melintas di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat-Kabupaten Subang.
"Satu orang hasilnya cukup samar, akhirnya diimbau agar kembali ke daerah asal. Karena Covid-19 belum berakhir, masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya. (MGN)