Sebanyak 16.789 Personel Gabungan Kawal Operasi Lilin Semeru 2020

Senin, 21 Desember 2020, 11:33 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto serta Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2020. Operasi itu ditujukam untuk pengamanan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin-2020 diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polri, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan. Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir.

Baca juga : KPU Kota Depok Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan 2 Bapaslon Pilkada 2020

Dia menyampaikan, periode Nataru berpotensi meningkatkan aktivitas masyarakat di pusat keramaian. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan covid-19. Oleh karena itu, melalui Operasi Lilin 2020 Polri akan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

’’Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan nyaman,’’ ungkap Khofifah, Senin (21/12).

Baca juga : DPR Sesalkan Pemotongan Anggaran di Lingkup Kementan

Sementara itu Nico Afinta menyampaikan, apel dilaksanakan untuk mengecek kesiapan anggota sebelum menjalankan tugas. Selain itu, dia menekankan jika aspek kesehatan masyarakat harus diutamakan dalam operasi kali ini.

’’Apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 ini untuk pengecekan akhir pengamanan nataru. Selain itu diharapkan semua pihak termasuk masyarakat bisa berperan aktif mematuhi Prokes, sehingga kesehatan kita semua tetap bisa dijaga dengan baik,’’ kata Nico.

Baca juga : 175 Personil Gabungan Jaga Rekapitulasi Suara Pemilu Tingkat Kabupaten Indramayu

Untuk pelaksanaan pengamanan Nataru, Polri telah menyiapkan 83.917 personel, dibantu 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya. Personel tersebut akan ditempatkan di 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas, serta 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan.

’’Untuk Jatim diterjunkan 16.789 personel gabungan, dengan rincian 8.823 personel Jatim dan jajaran, 1.863 anggota TNI, 3.346 Pemda, dan 2.757 elemen masyarakat,’’ jelas Nico.(FrK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal