LampuHijau.co.id - Masih dalam rangkaian kegiatan memaksimalkan pemanfaatan museum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar Sinau Sejarah dan Lomba Vlog 2020 di Museum Mpu Purwa. Adapun untuk Sinau Sejarah, berlangsung pada tanggal 18 September 2020. Sedangkan untuk Lomba Vlog, penjuriannya dilakukan pada 17 September 2020.
Untuk diketahui, kegiatan lain yang sudah dilakukan diantaranya Lomba Menggambar Tingkat SD, lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP. Dari kegiatan pemanfaatan museum ini, diharapkan bahwa museum dapat menjadi tempat belajar dan berkumpul dalam rangka untuk mempelajari sejarah atau budaya bangsa, khususnya kota malang. “Jadi tidak ada lagi mindset bahwa museum itu tempat yang angker atau tempat yang untuk menyimpan benda-benda kuno,” kata Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Dra. Rr. Andayoen Sri Afriana, MAP.
Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Disdikbud Kota Malang Dra. Zubaidah, MM. Ia memang berkeinginan bahwa museum dapat digunakan sebagai media pembelajaran. “Kalau situasinya sudah normal, dalam artinya tidak ada Covid lagi, bisa meng-agendakan untuk mengajak putra-putrinya belajar ke Museum. Biar anak-anak ini betul-betul tahu sejarah,” harapnya.
Baca juga : Maksimalkan Pemanfaatan Museum Mpu Purwa: Lomba Menggambar dan Cerdas Cermat
Sinau Sejarah
Sinau Sejarah ini menghadirkan pemateri dari Tim Ahli Cagar Budaya Agung H Buana dan Kreatif Director BE Image Cinema Widi Saputra S.SN. Peserta sinau diantaranya adalah guru, volunteer, masyarakat juga komunitas peduli pelestarian cagar budaya. “Harapannya para peserta sinau sejarah tentunya mengetahui sejarah bangunan cagar budaya. Kita masih punya banyak sekali bangunan cagar budaya, namun yang kami ambil tadi adalah studi kasus di Balaikota Malang karena mungkin masih banyak masyarakat yang belum paham tentang sejarah balaikota itu sendiri,” terang Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Dra. Rr. Andayoen Sri Afriana, MAP.
Ia menjelaskan, berikutnya juga akan ada materi-materi tentang bangunan cagar budaya yang lainnya. “Sinau sejarah yang kedua nanti kita akan on the spot di Pasuruan, yaitu dengan jejak bangunan kolonial. Jejak bangunan kolonilal antara Pasuruan dan Malang ini tentunya ada kaitannya,” jelasnya.
Baca juga : Dikbud Kota Malang Gelar Berbagai Kegiatan di Museum Mpu Purwa
Dari kegiatan ini, pihaknya tentu ingin generasi muda seperti siswa siswi sekolah semakin peduli dengan sejarah. Untuk itu, hasil dari Sinau Sejarah ini bisa disosialisasikan seperti oleh para guru yang menjadi peserta. “Kami ingin bahwa kepedulian atau pelestarian cagar budaya dapat dilakukan oleh dari anak didik (siswa) sampai dengan seluruh lapisan masyarakat dengan tidak memandang usia tentunya,” imbuhnya.
Lomba Vlog
Lomba Vlog ini mengambil tema tentang Museum di Hatiku dengan lokasi di Museum Mpu Purwo. Untuk pesertanya adalah warga Kota Malang berusia 18 tahun sampai 30 tahun. Masing dari mereka, bisa membuat konten dengan kreatifitasnya masing-masing dengan durasi 1 sampai 2 menit. Alat pengambilan gambar bebas, mulai kamera HP atau kamera digital.
Baca juga : Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Peretas 1.309 Situs Dalam dan Luar Negeri
Lomba vlog diikuti 44 peserta dan kemudian dilakukan verifikasi ada 37 peserta. Sedang penilaiannya meliputi lima aspek antara lain kesesuaian tema, sinematografi dan audio visual. “Hadiah yang kami siapkan jutaan rupiah. Dari lomba ini, kami ingin mendekatkan para generasi milenial dengan museum. Dengan begitu museum juga sebagai tempat yang asyik untuk dikunjungi, plus bernilai sejarah,” tandas Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Dra. Rr. Andayoen Sri Afriana, MAP.
Adapun pemenang Lomba Vlog diketahui sebagai berikut: Juara 1 diraih oleh Ni Luh Sekar Ayu Rian Putri (@sekaray00), Juara 2 diraih oleh Thaariq Adamas Shan Priya (@cfirstclass), Juara 3 diraih oleh Mika Caesaria Abrianita (@mikamiccu), Juara Harapan 1 diraih oleh Mayang Tatu Balqis (@balqishmaryta), Juara Harapan 2 diraih oleh Hanif Mistakhul Andrianto (@hanifardyanto) dan Juara Harapan 3 diraih oleh Syefita Putri (@syefitap). (YGA/Malang/ADV)