RBM Awilarangan, Tempat Menimba Ilmu Anak Dusun saat Pandemi Corona

Senin, 7 Desember 2020, 10:28 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pandemi Virus Corona Baru atau Covid-19 telah mengubah pembelajaran yang semula tatap muka di sekolah, jadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui akses internet atau dalam jaringan (daring).

Pembelajaran secara daring tersebut berdampak terhadap pendidikan anak-anak. Sebab, mereka hanya mendapatkan tugas, namun kurang bimbingan dari guru dan orangtua. Hal ini, menjadi latar belakang berdirinya Ruang Belajar Merdeka (RBM) Dusun Awilarangan, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ketua RBM Dusun Awilarangan Wiwin Kurniawati mengatakan, tujuan berdirinya RBM untuk membantu mewujudkan cita-cita anak dusun melalui pendidikan yang merdeka. Sebab, kata Wiwin, pandemi Covid-19 membuat keadaan anak-anak di wilayahnya semakin terpuruk pendidikannya. Mereka terpaksa belajar secara daring di rumah.

Baca juga : Minta Sumbangan, Katanya Buat Anak Yatim Palestina, Taunya Buat Makan, 2 WNA Diciduk Imigrasi Depok

"Pembelajaran daring berdampak anak-anak kurang bimbingan guru dan orangtua, sehingga tidak belajar karena mereka lebih asyik bermain gawai," ucap Wiwin kepada Lampu Hijau, Senin (07/12/2020).

Kondisi ini membuat prihatin Wiwin dan rekan-rekannya. Akhirnya mereka berinisiatif mendirikan RBM.

RBM berdiri 24 Agustus 2020. Di dalam RBM, terdapat 12 pengurus aktif. Pengurusnya berusia 21 hingga 24 tahun. Berstatus mahasiswa, guru TK, SD, dan SMA. Siswanya dari PAUD, TK, dan SD. Yang mana, tingkat SD, siswanya berjumlah 30 orang dan 15 orang untuk tingkat TK.

Baca juga : Jumlah Pengangguran Melonjak, Menaker: Dampak Pandemi Covid-19

"Siswanya dari dalam kampung, tidak menerima siswa dari luar kampung. RBM ini, 100 persen gratis, sehingga menjadi penyemangat kami dari anak dusun untuk dusun," ucapnya.

Pembelajarannya, lanjut Wiwin, secara tatap muka yang tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M). Untuk itu, Wiwin selalu mengingatkan anak-anak agar tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada, terlebih saat belajar bersama.

Kemudian, Wiwin bersama rekan-rekannya bermaksud untuk membuat perpustakaan dusun dengan membuka donasi buku. Dengan kriteria, kata Wiwin, buku tersebut layak baca, buku pelajaran TK dan SD, buku dasar membaca dan lanjut, buku cerita, serta buku lainnya.

Baca juga : Penyidik Polda Metro Jaya Telah Menemukan Tindak Pidana saat Pernikahan Anak HRS

"Perpustakaan tersebut dalam rangka mendukung pembelajaran literasi di masa pandemi. Dengan masih bisa belajar seperti normal, harapannya tumbuh kembang anak tidak terhambat," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal