LampuHijau.co.id - Universitas Bhayangkara (Ubhara) bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) resmi bekerja sama membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Pembentukan LSP ini sebagai upaya mempersiapkan SDM/lulusan yang kompeten dengan memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi yang diakui oleh Negara.
Kepala LSP Ubhara Tri Widyastuti menjelaskan, institusi perguruan tinggi negeri harus bertanggung jawab dalam menyiapkan lulusan-lulusan terbaik yang siap kerja. Mengingat, Indonesia telah menjadi bagian penting di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Baca juga : Pemkot Cirebon Ajak Semua Lebih Menghormati Kaum Wanita
"Hal ini dilakukan guna mengikuti perkembangan dunia kerja yang menuntut SDM harus profesional di bidangnya. Sehingga mutu akademisi dan mutu lulusan akan mampu mendekati kebutuhan pasar kerja yang menuntut penguasaan di bidang tertentu," kata Tri saat ditemui di aula Graha Tanoto Kampus Dua Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Rabu (24/4/2019).
Ia menambahkan, degan adanya lembaga sertifikasi di dalam kampus, diharapakan para mahasiswa yang berasal dari lulusan Ubhara dapat menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing tunggi. "Dengan adanya lembaga profesi ini, diharapkan Ubhara menjadi lembaga yang diperhitungkan oleh khalayak untuk menguji kompetensi keahlian seseorang," jelasnya.
Baca juga : Kapolda dan Pangdam Cek PPK di Cirebon dan Indramayu
Sedikitnya ada 10 bidang profesi bagi para lulusan mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi di LSP Ubhara. Yaitu sertifikasi untuk bidang tenaga operasional pemasaran, teknisi akuntansi ahli, manajer sumber daya manusia, petugas penanganan bahaya gas H2S dan program basis data. Serta uji kompetensi dalam bidang network administrator madya, ahli muda kesehatan dan keselamatan kerja, ahli madya kesehatan dan keselamatan kerja. Kemudian, ahli pengeboran sumur migas dan panas bumi dan humas junior. Hadir juga dalam acara Kepala BNSP, Kunjung Masehat. (DVD)