Turut Hadiri Konsolidasi Antar-NGO, Indonesia Care Apresiasi Tim Squad BNPB

Sabtu, 21 Nopember 2020, 15:09 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Eskalasi bencana yang kian tinggi di Indonesia serta tak kunjung meredanya penyebaran wabah Covid-19, membuat Tim Squad Relawan yang tergabung dalam Solidaritas Penanggulangan Bencana Indonesia (PBI) melakukan konsolidasi.

Ratusan perwakilan relawan dari berbagai NGO kemanusiaan dan corporate hadir dalam rapat koordinasi yang digelar di Bekasi, Jumat (20/11/2020). Demikian seperti dalam rilis lembaga kemanusiaan Indonesia Care kepada media, Sabtu (21/11/2020) siang.

Salah satu relawan kemanusiaan senior yang bergabung di Brigade Relawan Nusantara (BRN), Indonesia CARE Anca Rahadiansyah mengapresiasi langkah PBI untuk mengonsolidasikan para relawan agar saat bencana datang tidak kaget dan cepat penanganannya.

"Seperti waktu Merapi dan beberapa bencana lainnya, gesekan suka timbul antarrelawan lokal dengan relawan dari lembaga di luar daerah tersebut. Tanpa koordinasi yang baik akan sulit dalam penanganan. Akibatnya justru relawan-relawan itu bukannya membantu malah bisa bikin masalah," ujar relawan yang pernah terlibat dalam penanganan pengungsi Rohingya di Bangladesh, Myanmar, dan sejumlah negara konflik seperti Suriah serta Somalia tersebut.

Berita Terkait : Federasi Serikat Guru Indonesia Apresiasi Janji SK Cabup Jarot-Mokhlis

Anca berharap konsolidasi yang dilakukan PBI bersama BNPB ini semakin mempererat para relawan di lapangan. "Bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang jadi korban bencana bisa merata dan sinergi dengan relawan lokal bisa jauh lebih baik," imbuh mantan relawan tsunami, likuifaksi, serta gempa di Palu dan Lombok ini.

Mantan relawan di banyak NGO kemanusiaan ini juga mengapresiasi langkah cepat lembaga-lembaga kemanusiaan, yang merespons segera peristiwa Merapi di Jawa Tengah dan Yogya beberapa hari lalu. Namun langkah cepat yang harus dilakukan bukan hanya dalam urusan bantuan logistik, juga kesiapsiagaan para relawannya. Indonesia CARE sendiri, pada pekan lalu bersama sejumlah relawannya yang tergabung dalam Brigade Relawan Nusantara (BRN) menyalurkan bantuan untuk korban Merapi di kawasan Mertoyudan, Magelang.

BRN bertekad akan mengawal langsung bantuan-bantuan dari masyakarat yang disalurkan melalui Indonesia CARE. "Saat ini di Merapi sangat dibutuhkan masker. Masker ini dibutuhkan selain untuk mencegah covid, dalam bencana erupsi Merapi masker penting mencegah partikel debu yang berbahaya bagi paru-paru terhirup dan merusak jaringan dalam tubuh," tegas Anca.

Dikatakannya, Indonesia CARE menganut Total Disaster Management (TDM). "Kita bantu dari pra bencana dengan edukasi, saat bencana dan pasca bencana yang disebut masa recovery. Kita juga rencananya bersama relawan dokter hewan akan berupaya untuk melakukan animal rescue memberikan vitamin kepada sapi-sapi ternak yang ditinggalkan oleh para peternak agar saat mengungsi ke bawah lereng bisa tenang meninggalkannya," tambah Anca.

Berita Terkait : GSB Indonesia Care Juga Hadir di Tangsel, Bagikan Bahan Pangan Gratis

Ia juga berharap kepada NGO-NGO agar dalam memberikan bantuan ke masyarakat dapat membeli logistiknya dari pasar atau warung milik masyarakat setempat, sehingga roda ekonomi daerah tersebut tetap bisa berputar.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Squad PBI Subur Rojinawi mengungkapkan, Tim Squad PBI sendiri keanggotaannya dari berbagai lembaga/organisasi dan Komunitas yang memiliki relawan kemanusiaan didalamnya.

"Lebih dari 100 NGO dan organisasi kemanusiaan yang tergabung di PBI. Tim ini memang lahir, karena intensitas pertemuan yang tinggi diantara para relawan kemanusiaan ketika merespon bencana. Mereka butuh saling membantu, berkoordinasi, bersinergi dalam memberikan bantuan," ungkapnya.

Berita Terkait : Apa Sih, Gerakan Saling Berbagi yang Digagas Indonesia CARE?

Dalam kesempatan ini, Indonesia CARE sendiri terus mengimbau dan mengajak donatur untuk menguatkan dukungan bagi para penyintas bencana.

"Setidaknya setiap keluarga di lokasi potensi bencana bisa teredukasi tentang potensi bencana yang ada di daerahnya dan bagaimana mengevakuasi diri. Bahkan perlu diadakan tas siaga bencana. Tas ini penting saat bencana terjadi dan belum ada bantuan dari manapun. Tas ini perlu minimal satu keluarga dengan satu tas," ujar direktur eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis, dalam keterangan terpisah.

Tas siaga bencana sendiri, lanjut Lukman, isinya meliputi makanan dan minuman ringan yang mengenyangkan seperti biskuit, kue-kue kering tahan lama, berbagai alat bersih diri, obat-obatan, baju satu atau dua stel, serta peralatan kedaruratan lainnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal