Pemkab Cirebon Berikan Perhatian Serius Klaster Covid-19 PLTU Cirebon Power

Jumat, 20 Nopember 2020, 21:13 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon memberikan perhatian serius munculnya klaster industri di perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon Power.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi meminta kepada pihak perusahaan, untuk tidak lengah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan kerjanya. Imron mendengar ada sekitar 86 karyawan di perusahaan pembangkit listrik ini, terkonfirmasi Covid-19.

Ia mengapresiasi langkah Cirebon Power yang berinisiatif akan menyewa salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri. "Karena kalau tidak memiliki tempat khusus, tidak menjamin mereka tidak keluar atau berinteraksi dengan masyarakat lainnya," kata Imron, dalam rilisnya, Jumat (20/11/2020).

Imron juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya, untuk tidak bosan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait Covid-19. Ia menduga, salah satu faktor melonjaknya angka konfirmasi positif ini, dikarenakan masyarakat sudah jenuh dengan Covid-19, sehingga abai menerapkan protokol kesehatan.

Berita Terkait : Polresta Cirebon Sebar 11 Ton Beras bagi Warga Terdampak Covid-19

"Kalau kita, jangan sampai bosan. Terus berikan pemahaman kepada masyarakat," kata Imron.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni menyambut baik langkah Cirebon Power yang akan menyewa hotel. Karena hal tersebut bisa meminimalisir angka penyebaran Covid-19. Namun, Eni menyoroti, sulitnya Pemkab Cirebon untuk bisa menyewa hotel, untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri.

"Ada yang mau, tapi harus disewa selama sebulan penuh dan seluruh kamar," ujar Eni.

Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak, untuk bisa mengusahakan tempat isolasi mandiri. Karena menurutnya, saat ini tempat isolasi tersebut sangat dibutuhkan. Apalagi, Eni mencatat dalam beberapa hari ini, ada peningkatan cukup signifikan, terkait jumlah terkonfirmasi positif.

Berita Terkait : Gus Toni Berikan Ratusan Sembako dan Masker untuk Warga Terdampak Covid-19

Untuk hari ini, Dinkes mencatat ada sebanyak 83 kasus positif baru, sehingga jumlah total kasus covid 19 di Kabupaten Cirebon, berjumlah 1.804 kasus. Selain itu, ujar Eni, ada tren yang perlu diwaspadai dalam peningkatan kasus saat ini.

Eni menyebutkan, sebelumnya jumlah pasien yang bergejala berjumlah 30 persen dan tidak bergejala berjumlah 70 persen. Namun saat ini, jumlah pasien bergejala dan tidak bergejala hampir seimbang. Dinkes mencatat, saat ini pasien bergejala berjumlah 837 dan tanpa gejala 967.

"Sekarang hampir imbang, bergejala 46 persen dan tidak bergejala 54 persen," kata Eni.

Kondisi ini, mengakibatkan banyaknya pasien covid 19 yang tidak bisa terlayani, karena semua rumah sakit penuh. Padahal ujar Eni, hampir seluruh rumah sakit di Kabupaten Cirebon, sudah menambah kapasitas untuk pasien Covid-19.

Berita Terkait : PSBB Transisi Diperpanjang Lagi, Pengamat Minta Anies Berlakukan Perda Covid-19

Ia menyebutkan, RS Mitra Plumbon yang sebelumnya hanya menyediakan 25 kapasitas, sekarang bertambah menjadi 87 kapasitas. Begitu juga, sejumlah rumah sakit lainnya, seperti RS Waled dan Arjawinangun.

"Tapi walaupun sudah ditambah. Ternyata masih belum bisa melayani pasien Covid-19, karena ruangan penuh," kata Eni.

Melihat kondisi seperti ini, Eni mengusulkan kepada Pemkab Cirebon, untuk menjadikan salah satu rumah sakit di Kabupaten Cirebon, menjadi rumah sakit khusus Covid-19. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal