Ungkap Pestisida Palsu, Polres Subang Raih Penghargaan dari CropLife

Kamis, 5 Nopember 2020, 10:50 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Polres Subang meraih penghargaan dari CropLife Indonesia. Penghargaan diperoleh, karena Polres Subang telah mengungkap produksi dan peredaran pestisida palsu.

Crop Life adalah asosiasi pertanian bersifat Nirlaba untuk pestisida dan benih, yang beranggotakan delapan perusahaan, di antaranya Bayer, Duppont, Basf, Dow, Fmc, Monsanto, Syngenta, dan Nufarm.

Penghargaan diterima Kepala Polres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto dan Kasat Reskrim Polres Subang AKP M. Wafdan Muttaqin dari Direktur Eksekutif CropLife Indonesia Agung Kurniawan, di Mapolres Subang, Kamis (05/11/2020).

Berita Terkait : Kedua Kalinya, Satlantas Polres Cirebon Kota Raih Penghargaan dari Korlantas

Direktur Eksekutif CropLife Indonesia Agung Kurniawan mengucapkan terima kasih kepada Polres Subang atas pengungkapan pemalsuan pestisida. "Terima kasih, terutama kepada Kapolres Subang dan Kasat Reskrim serta jajarannya. CropLife akan menjadikan Polres Subang sebagai contoh kepada wilayah lain," ucapnya.

CropLife, kata dia, melakukan kerja sama bersinergi untuk memberantas, apabila ada kejadian seperti halnya yang dilakukan Polres Subang. Untuk itu, Agung berencana akan mengunjungi ke beberapa Dinas Pertanian untuk mengecek ada tidaknya kejadian pemalsuan pestisida di daerah lain.

"Apabila ada agar ditindaklanjuti, karena hal ini akan merugikan petani dan produksi pertanian," ucapnya.

Berita Terkait : Peduli Kaum Disabilitas, Polres Subang Hadirkan Penerjemah Bahasa Isyarat

Di tempat yang sama, Kepala Polres Subang AKBP Aries Kurniawan Widiyanto menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari CropLife Indonesia kepada Polres Subang. "Semoga kasus ini tidak terjadi di wilayah lain dan kami akan coba koordinasi dengan Dinas Pertanian dan bersinergi antara TNI-Polri untuk sosialisasi ke petani," ucapnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Subang menangkap BW (41), warga asal Kecamatan Binong, Kabupaten Subang. BW ditangkap polisi, karena memproduksi dan mengedarkan obat-obat pertanian (pestisida) palsu. BW melakukan pemalsuan pestisida berbagai merek di antaranya merek Dupont Pexalon 106 SC, merek Regent 50 SC, dan merek Roundup 486 SL.

"Tersangka mengaku memalsukan pestisida sejak 4 bulan lalu. Setiap kali penjualan tersebut, BW mengaku mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp1,5 juta," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal