LampuHijau.co.id - Mohammad Idris meragukan Program Pradi-Afifah mengenai Berobat Gratis dengan KTP Depok. Idris menyebut tidak mungkin program itu akan terlaksana.
Kordinator Pemenangan Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna-Afifah Alia Beji, Cinere, Limo, Tajudin Tabri pun angkat bicara.
Menurut Wakil Ketua DPRD Depok itu, berobat pakai KTP ini menjadi salah satu program unggulan Pradi-Afifah.
"Ini kita mengadopsi daerah lain yang sudah menerapkan ini. Saya sendiri sudah melakukan studi banding secara mandiri, terutama ke Bekasi dan Tangsel. Kenapa sih Tangsel bisa begini? Sekali lagi urusannya ke anggaran, disamping itu juga niat daripada pemerintah itu sendiri, mau mensejahterakan warganya nggak," jelasnya.
Baca juga : KPU Kota Depok Gencar Lakukan Sosialisasi Agar Warga Datang ke TPS
Tajudin menyebut jika perintah UU terhadap anggaran itu ada dua yang menjadi prioritas, yakni Pendidikan dan Kesehatan.
"Kalau Pendidikan dan kesehatan kita prioritaskan untuk menjalankan roda pemerintahan itu pasangan dua periode akan terus berjalan," katanya.
Dari hasil studi banding, kata Tajudin, sudah ada berapa daerah yang telah sukses menjalankan program berobat gratis hanya dengan KTP.
"Salah satu contoh yang telah saya kunjungi dalam rangka studi banding adalah Tangsel sama Bekasi. Bekasi itu berjalan, bagi warga ber KTP Bekasi berobat gratis," terangnya.
Baca juga : Hasil Survei DEEP: Pasangan Pradi-Afifah Ungguli Idris-IBH
Ketika disinggung jika program itu dianggap melanggar UU, Tajudin menilai terlalu prematur. "Ini gampang sebetulnya, tinggal tergantung niat pemerintah kota menganggarkan untuk berobat gratis. Kitakan punya APBD dan kita juga punya ukuran, APBD kita berapa sih, berapa sih dana yang akan dialokasikan ke program itu," bebernya.
"Jangan kita anggarkan APBD itu kepada yang tidak prioritas, bahkan itu ada UU nya itu permen tentang keadaan darurat supaya kita bisa mengganggarkan APBD untuk kesehatan, apalagi sekarang Covid-19," sambungnya.
Tajudin pun menganggap statement Idris itu lantaran dia ini ketakutan dengar program Pradi-Afifah yang pro rakyat ini.
"Bahkan yang nyata-nyata program dia yang bohong adalah SIM gratis, pajak kendaraan gratis, tapi nyatanya mana? Itu pembodohan, harusnya dia punya konsep sebelum menyampaikan itu. kalau program kita ini siap diturunkan karena sudah ada konsep. Kami telah menghitung kemampuan keuangan anggaran daerah kita. Insha Allah Pradi-Afifah menang, program ini akan kita kawal oleh sebanyak 33 anggota DPRD," katanya.
Baca juga : Golkar Depok Bakal Pecat Kader yang Membelot Dukung Paslon Sebelah
Tajudin pun yakin, jika terpilih, Pradi-Afifah akan mewujudkan janji-janjinya. Tidak hanya mengumbar harapan. "Mampu, salah satunya kita tinggatkan pendapatan daerah kita nanti, kita punya trik punya cara untuk meningkatkan itu," tandasnya. (HEN)