LampuHijau.co.id - Pemilukada serentak yang dilaksanakan Rabu, 09-12-2020 sangat menarik untuk dicermati. Daya tariknya bukan hanya pada pelaksanaannya yang masih di masa Pandemi Covid-19 yang sangat berpotensi meluas klaster terpaparnya virus Corona, tetapi juga pada peserta pemilukada tahun 2020 yang juga akan diikuti oleh keluarga kalangan Istana. Anak, menantu, dan famili Istana ikut berkompetisi untuk menarik hati rakyat agar terpilih menjadi kepala daerah di tahun 2020 ini.
Kota Depok termasuk daerah yang juga menarik dicermati dalam melaksankan pemilukada untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota untuk periode 2021-2026. Terdapat dua pasangan yang akan memperebutkan kursi Walikota dan Wakil Walikota yaitu no. urut 1: Pradi Supriatna-Afifah Alia, dan no. urut 2: Muhammad Idris-Imam Budi Hartono.
Pradi-Afifah diusung oleh 12 partai politik yaitu: Gerindra, PDIP, PAN, Golkar, PKB dan PSI, juga partai non parlemen seperti Perindo, Nasdem, PBB, Hanura dan Garuda. Juga didukung oleh banyak ormas seperti PDK KOSGORO, Pemuda Pancasila, FBR, Forkabi, dll. Sedangkan pasangan Idris-Imam diusung oleh PKS, Demokrat, PPP dan Berkarya. Serta didukung oleh beberapa ormas.
Baca juga : Polisi Amankan 500 Anarko Saat Demo Ricuh di Patung Kuda Jakpus
Selain kedua pasangan sudah saling kenal karena pada perode 2015-2020 mereka adalah menduduki kursi Walikota dan Wakil Walikota yang secara otomatis secara personal sudah saling kenal, juga diperkirakan kedua pasangan ini baik Pradi-Afifah maupun Idris-Imam mempunyai basis massa yang sama-sama kuat dan sama-sama militan.
Pertarungan seru dan menarik di pemilukada Kota Depok akan semakin dicermati lagi disebabkan Kota Depok sebagai penyangga Ibukota Jakarta, maka secara langsung banyak pihak yang bermain demi kepentingan perpolitikan tingkat nasional, juga kepentingan masing-masing marwah partai pengusung, terutama PKS yang selama 15 (lima belas) tahun menjadi partai pemenang dalam pemilukada Depok. Hegemoni dan eksistensi PKS akan menjadi taruhan serius pada pemilukada 2020 ini.
Wakikota dan Wakil Walikota yang terpilih nanti akan menjadi terhormat di mata rakyat Kota Depok bila dalam pelaksanaan setiap tahapan pemilukada berlangsung secara jujur dan adil. Tapi bila tahapan pemilukada diwarnai kecurangan-kecurangan akan berdampak buruk pada Walikota yang terpilih, buruk dari segi demokrasi, hukum, dan moral.
Baca juga : Pembangunan Gedung Baru Akhiri Polemik DPD Golkar Kota Bekasi
Bentuk-bentuk kecurangan yang potensial bisa dilakukan oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota diantaranya adalah mobilisasi ASN Kota Depok untuk kampanye dan mendukung pasangan calon Walikota dengan iming-iming jabatan, walaupun kemugkinan hanya bisa dilakukan secara diam-diam dan tertutup karena kalau dilakukan secara terbuka dan terbukti akan melanggar hukum dan aturan tentang ASN, dimana ASN wajib netral dan dilarang berpolitik praktis.
Potensi kecurangan juga bisa terjadi dengan kegiatan penyaluran bantuan sosial seperti sembako yang berasal dari pemerintah tapi dimanipulasi dan direkayasa seolah-olah bantuan berasal dari calon Walikota dan Wakil Walikota.
Maka sangat dibutuhkan peran masyarakat luas terutama untuk ikut mengawasi tahapan pemilu terutama tahapan sosialisasi dan kampanye agar tidak terjadi kecurangan di lapangan. Terutama Panwaslu yang memang ditugas untuk melakukan pengawasan harus bekerja cerdas dan bekerja keras agar pemilukada Kota Depok belangsung Jujur, Adil, dan sesuai aturan.
Baca juga : Generasi Milenial Pimpin Golkar Kota Bekasi
Dengan tidak adanya kecurangan, maka yang akan keluar jadi pemenang dalam pemilukada Kota Depok nanti adalah pasangan yang memiliki: 1. Tim pemenangan yang bekerja secara cerdas dan memiliki strategi yang jitu dengan berbasis analisis SWOT.
2. Partai dan ormas yang mengusung dan mendukung dikelola dan terkordinasi dengan baik, sehingga bisa saling bersinrgi, saling bekerja sama, sama-sama kerja, dan kompak. Tidak jalan sendiri-sendiri.
3. Dana kampanye yang cukup untuk kegiatan kampanye, sosialisasi,dan pembuatan alat peraga seperti baliho, banner, spanduk, dll.
Rakyat Kota Depok mengharapkan pemilukada yang sukses tanpa ekses yang melahirkan Walikota dan Wakil Walikota yang bisa membawa Kota Depok lebih maju di masa akan datang. (Oleh: Syahrul Amin Nasution, S.Ag.MM.)