LampuHijau.co.id - Profesi sebagai petani sayur hidroponik di Kota Bekasi menjadi peluang bisnis baru bagi masyarakat, khususnya disaat pandemi covid-19 ini. Setidaknya, setiap minggu sebanyak 80 kg sayuran produk sistem hidroponik disuplai ke wilayah Bogor.
Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhiato, Kamis (8/10/20) mengatakan, disaat pandemi sekarang ini banyak masyarakat kita yang melakukan kesibukan dirumah. Diantaranya menjadi petani sayuran dengan sistem hidroponik dan setelah ditekuni secara serius bertani sistem hidroponik tersebut, kini hasilnya bisa dirasakan masyarakat.
Baca juga : Wakil Walikota Bekasi Hadiri SLRT untuk Mengetahui Kebutuhan Warga Miskin
“Setiap minggunya kita bisa mensuplai hasil sayuran sistem hidroponik ini ke Bogor dan dengan berhasil dijualnya sayuran hidroponik ke Bogor peluang pasar menjadi terbuka,” katanya.
Menurut Tri Adhianto, penjualan sayuran ke Bogor ini bisa diperluas ke wilayah Kabupaten Bekasi ataupun ke daerah Karawang dan perluasan penjualan ini bisa dilakukan, karena saat ini sudah ada Market Placenya, jadi lewat penjualan online transaksi bisa dilakukan. Dengan demikian, kita bisa menggerakkan ekonomi mikro yang ada di Kota Bekasi. Apalagi, sekarang ini para petani sayur sistem hidroponik sudah ada koperasinya.
Baca juga : Irjen M. Iqbal Ajak Alumni AKPOL 91 Selalu Mengabdi dan Menjadi Kelompok yang Solid
“Melalui koperasi inilah petani sayur hidroponik bisa dibantu pemasarannya dan kitapun masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar, karena masih terbatasnya produksi sayur sistem hidroponik ini,” jelas Tri Adhianto.
Mengingat, hasil sayuran sistem hidroponik tersebut banyak diminati masyarakat, khususnya di daerah Bogor. Kita akan terus meningkatkan hasil produksi sayur hidroponik tersebut.
Baca juga : Ini Antisipasi Polresta Sidoarjo Cegah Penyebaran Virus Corona
“Melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (Ketapang) Kota Bekasi, secara inten melakukan pendidikan di Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di daerah Bantar Gebang,” kata Tri Adhianto. (HDS)