Ada Sumur Wakaf, Kampung Nelayan di Pandeglang Bebas Krisis Air Bersih

Minggu, 21 April 2019, 09:54 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - "Kondisi pengairan di Kampung Cihonje tercemar oleh terjangan tsunami. Airnya keruh dan sudah tidak bagus lagi. Warga akhirnya mengandalkan bantuan air tangki, baik dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) ataupun dari pemerintah setempat,” ujar Mohammad Jakfar dari Tim Global Wakaf-ACT, seperti dikutip ACT News, Jumat (19/4/2019).

Ya, kini selain harus menghadapi kesulitan pascatsunami, warga Kampung Cihonje, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang juga dihadapkan pada masalah lain. Sebanyak 430 jiwa penghuni kampung nelayan ini pun kesulitan mendapatkan air bersih, guna keperluan sehari-hari.

Baca juga : Warga Kampung Akuarium Panen Timun Suri

Pasalnya, terjangan tsunami membuat sungai yang selama ini menjadi tumpuan mereka sudah tercemar. Hingga kemudian, Global Wakaf-ACT lewat salah satu programnya membangun sumber air bersih yakni Sumur Wakaf. Sumur dibangun di Masjid Jami Baitu Tawabin, Kampung Cihonje dengan lama pengerjaan sekitar satu bulan.

Tak hanya sumur, lanjut Jakfar, tim juga melakuka pengadaan lain seperti pengadaan tandon (penampung air), pembuatan tiang tandon, pengadaan prasasti, pembentukan kepengurusan pengelolaan aset wakaf (sumur dan MCK), dan mengalirkan air ke rumah-rumah warga yang terdampak tsunami Selat Sunda.

Baca juga : Sumur Wakaf di Pinggiran Palembang, Bak Oase Warga Akan Air Bersih

Atas prakarsa Global Wakaf-ACT mendirikan Sumur Wakaf dan pengadaan pendukung lainnya, warga pun mengucapkan rasa terima kasihnya. Mereka berharap tim Global Wakaf terus mendampingi mereka, khususnya yang menjadi korban tsunami.

“Global Wakaf sudah menjadi bagian dari kami, yang selama ini sudah banyak membantu kami. Dan ini sudah dirasakan penuh oleh kami para korban yang terdampak,” ungkap salah satu warga Kampung Cihonje. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal