LampuHijau.co.id - Tak dipungkiri, trauma masih hinggap di sebagian benak penduduk Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Pasalnya pada Senin (21/9/2020) petang kemarin, sebagian besar warga menjadi korban banjir bandang menyusul meluapnya anak sungai Cicatih.
Meski Pemkab Sukabumi telah mencabut status tanggap darurat sejak Senin (28/9/2020), namun banjir besar yang menghanyutkan harta benda, rumah, dan juga korban jiwa membuat banyam warga masih dirundung kecemasan.
Salah satunya diungkapkan Lina (35), warga Dusun Cibuntu, Desa Pesawahan, yang sebagian rumahnya rusak diterjang derasnya banjir. Kepada para relawan dari lembaga kemanusiaan Indonesia CARE, kisahnya diutarakan.
Dikisahkannya, saat kejadian, ia tengah menggendong anak balitanya. Lantas, dari arah belakang rumahnya yang kebetulan sungai kecil, terdengar suara gemuruh. Meski hujan tengah lebat, suara gemuruh itu begitu nyata di telinga ibu tiga anak ini.
Baca juga : Apa Sih, Gerakan Saling Berbagi yang Digagas Indonesia CARE?

"Tiba-tiba tembok belakang rubuh, lalu air masuk ke rumah hingga sepinggang. Dalam hitungan detik sudah sedada (orang dewasa). Arusnya kencang sekali. Kalau saya nggak pegangan, sudah kebawa arus," ujarnya seperti dalam rilis Indonesia CARE, yang diterima media pada Selasa (29/9/2020) malam.
Syukurlah, lanjut dia, nyawa keluarganya selamat. Namun nahasnya, semua harta benda seisi rumahnya hanyut terbawa arus air yang berasal dari lereng Gunung Salak tersebut.
Peristiwa yang menimpa secara tiba-tiba itu, diakuinya masih membekas di kepala. Ia masih trauma terutama bila hujan turun dan mendengar gemuruh petir. "Insya Allah walau masih trauma, tapi saya bersyukur seluruh keluarga selamat," sambung Lina.
Baca juga : Perbaiki Kantor RW dan PAUD, Sarana Jaya Berikan Bantuan Bahan Bangunan
Ia pun bersyukur dan terima kasih terkait bantuan dari para dermawan yang mengamanahkannya lewat Indonesia CARE. Diakuinya, bantuan pangan cukup melimpah, sehingga saat ini para warga lebih butuh ketersediaan bahan bangunan guna memperbaiki hunian mereka.
General Manager Program Indonesia CARE Repil Ansen mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke lokasi, dengan membawa bantuan bahan bangunan. Hal ini sebagau respons atas kebutuhan mayoritas warga.
"Insya Allah, bantuan tahan 2 di masa recovery ini, Indonesia CARE akan kembali membawa bantuan berupa semen, pasir, bebatuan dan kebutuhan pembangunan kembali rumah-rumah mereka," katanya di posko kemanusiaan Indonesia CARE Desa Pesawahan, Cicurug. Sementara bantuan tahap 1, yang dilakukan pihaknya kemarin, di antaranya berupa beras 40 karung @10 kg dan matras untuk tidur.
"Ada juga bantuan susu bayi, biskuit, pampers, masker, sajadah, ikan kaleng, mi instan, dan lain-lain," ujarnya yang juga Direktur lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam PB HMI.
Baca juga : Agar Penanganan Banjir Bandang di Luwu Utara Cepat, PUPR Tambah Alat Berat
Tak lupa, pihaknya juga berterima kasih kepada para donatur, baik perorangan maupun perusahaan kulit Garage Leather, serta komunitas Ikatan Alumni SMPN 1 Simo Boyolali. Mereka, kata Repil, turut membantu meringankan beban para saudara korban banjir bandang Cicurug, Sukabumi. (YUD)