Indonesia Care Ikuti Terapi Rempah Raja Papua di Nuu Waar agar Tak Tertular Covid-19

Rabu, 16 September 2020, 21:00 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Penyebaran virus covid 19 makin mengkhawatirkan. Korban berjatuhan setiap hari. Ratusan orang meregang nyawa. Baik orangtua, remaja, hingga anak-anak.

Sejumlah rumah sakit kewalahan menerima pasien Corona ini. Sebagian besar diputuskan menjalani isolasi mandiri dirumah masing-masing. Sebagian lainnya mencoba sejumlah pengobatan alternatif yang dianggap efektif.

Salah satu upaya dilakukan oleh tim lembaga kemanusiaan Indonesia Care adalah dengan mengikuti terapi tradisional. Mereka menyadari perannya yang sangat beresiko tinggi karena selalu berinteraksi dengan masyarakat luas, hari ini (Rabu, 16/9/2020), mengunjungi pesantren Nuu Waar milik ustadz berdarah Papua, Fadlan Garamathan.

Kenapa harus ke pesantren yang mayoritas dihuni santri-santri asal Papua tersebut? Ya, karena pengasuh pondok pesantren asal Papua itu sedang menyelenggarakan terapi rempah raja Papua. Terapi ini diyakini mampu mengeluarkan lendir yang ada dalam tubuh termasuk virus covid-19.

Baca juga : Pesan Mentan Ke Driver Gojek, Jadilah Pahlawan Pangan untuk Melawan Covid-19

Direktur eksekutif Indonesia Care Lukman Azis mengaku, merasakan manfaat luar biasa pasca mengikuti terapi selama satu jam tersebut. "Pertama, kita akan diberikan minuman yang sangat pahit. Dilarang makan dan minum sebelum menjalani terapi. Setelah itu, kita diminta masuk dalam satu ruangan bilik bambu yang didalamnya telah diuapi ramuan 75 jenis rempah dari tanah papua," ungkap mantan jurnalis media nasional itu.

Di dalam bilik berukuran 2x2 meter tersebut kita diminta melepas pakaian dan menghirup uap panas yang keluar dari rebusan rempah-rempah. Dalam hitungan detik, lanjut Lukman, keringat mengucur deras bak mandi pancuran.

"Bahkan lendir, air mata, hingga dahak keluar semua. Walau begitu, mata tidak terasa sakit dengan kepulan asap tebal," paparnya menceritakan pengalaman 11 menit di dalam bilik terapi yang disebut woukouf tersebut.

Baca juga : Komunitas Sinematografi Muda Kota Depok Siap Menangkan Bang Pradi

Pesantren yang berlokasi di daerah Setu, Bekasi Jawa Barat ini mendadak ramai didatangi banyak orang, mulai dari masyarakat hingga pejabat, termasuk pasien covid-19. "Memang terasa manfaatnya. Ustadz Fadlan pun tidak mengkomersilkan pengobatan yang ia dapatkan turun temurun tersebut," ungkap Lukman.

Hal senada juga diungkapkan salah satu relawan Indonesia Care yang ikut serta terapi raja Papua itu, Lutfi (40). "Batuk dan sesak nafas sekejap hilang. Semua dipaksa keluar dari tubuh. Ngga ada rasa sakit," imbuhnya.

Menjelaskan terapi tersebut, ustadz asal Papua yang juga pengasuh pesantren Nuu Waar, Fadlan Garamathan mengaku prihatin dengan peningkatan covid yang kian mengkhawatirkan, termasuk terhadap pejuang kemanusiaan dan tenaga medis di garda terdepan. "Oleh karena itu, kita ajak mereka kesini untuk merasakan terapi sekaligus sebagai upaya pencegahan tertularnya Covid 19," tandas ustadz yang dikenal telah mengislamkan ribuan masyarakat suku pedalaman Papua.

Waktu yang paling tepat mrnjalani terapi pencegahan ini dipagi hari mulai pukul 05.30 hingga 08.00 serta bila untuk pengobatan dilaksanakan usai sholat isya. "Dari pejabat kepolisian, relawan-relawan kemanusiaan, dokter dan para medis sudah banyak yang berdatangan kesini, senang bisa ikut membantu upaya pemerintah mencegah penyebaran virus Corona ini," kata pria berjubah tersebut.

Baca juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Polres Madiun Luncurkan Mobile Covid Hunter

Pesantren Nuu Waar sendiri berdiri di atas lahan 32 hektar dan dihuni lebih dari 1000 santri yang sebagian besar asli Papua. Harapan ustadz Fadlan, para santri ini selanjutnya bisa turun ke tanah Papua untuk berdakwah setelah lepas dari pesantren Nuu Waar. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal