Duh, Polres Cirebon Kota Kurang Bermitra dengan Wartawan

Sabtu, 12 September 2020, 20:52 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Polres Cirebon Kota (Ciko) Polda Jawa Barat dinilai kurang bermitra dengan para wartawan, sehingga wartawan pun sulit dapat informasi di tengah keterbukaan informasi publik (KIP). Akibatnya, masyarakat pun tidak mengetahui hasil kinerja Polres Ciko dan Polsek Jajaran dalam hal pengungkapan kasus kriminal, narkotika maupun penyalahgunaan sediaan farmasi tanpa izin edar.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon Moh. Noli Alamsyah mengaku terkejut mendengar keluhan dari para wartawan yang kurang mendapat informasi untuk mendapatkan berita. Bahkan, lanjut dia, wartawan di Cirebon merasa kesulitan untuk bertemu Kapolres Cirebon Kota.

Keadaan ini, menurutnya, tentu sangat disayangkan karena sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi demikian. "Dulu ketika saya masih di lapangan dan menjadi wartawan yang ngepos di Polres Cirebon Kota, hubungan kami sangat baik. Informasi mudah didapat dan kapolres waktu itu Pak Krido Sudibyo sangat welcome sama wartawan.

Terakhir, kami dari PWI Cirebon membangun kemitraan yang sangat baik dengan Pak Indra Jafar dan Pak Roland, kapolres sebelumnya. Bahkan, Pak Indra Jafar itu ketika baru menjadi kapolres justeru langsung datang ke kantor PWI untuk silaturahmi. Pak Roland juga mengajak kami ngopi bareng. Pak Indra dan Pak Roland sangat dekat dengan temen-temen wartawan," ungkap Noli, Sabtu, 12 September 2020.

Baca juga : Dihadiri Wantimpres RI, Masjid Aspol Polresta Cirebon Diresmikan Kapolda

Ia mengakui, sampai sekarang memang belum bertemu Kapolres Cirebon Kota yang baru. Pihak Polres Cirebon Kota juga belum pernah mengundang silaturahmi jajaran PWI Cirebon. PWI Cirebon pun belum ada acara yang mengundang Kapolres Cirebon Kota.

"Meski begitu, antara PWI dengan Kapolres Cirebon Kota tidak ada persoalan apapun. Kalau pun teman-teman di lapangan mengalami kesulitan, kami dari PWI berharap bisa dimudahkan. Bagaimanapun, hubungan kemitraan harus terbangun. Pihak kepolisian butuh wartawan. Sebaliknya, wartawan juga butuh pihak Polres Cirebon Kota. Keduanya saling membutuhkan, sehingga perlu bermitra dengan baik," lanjut dia.

Ia mengharapkan keadaan yang kurang baik ini bisa segera diperbaiki dan didekatkan, untuk membangun kerja sama serta kemitraan yang baik.

Sementara Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya Faisal mengatakan, sebagai institusi penegak hukum, pengungkapan kasus yang disampaikan dalam siaran pers atau pers rilis dinilai wajib hukumnya, karena dari situlah masyarakat bisa menilai keberhasilan institusi penegak hukum dalam penegakan hukum di wilayah hukumnya.

Baca juga : Satreskrim Polresta Cirebon Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-72

Permasalahan Polres Ciko yang baru satu kali melakukan siaran pers secara terbuka, hal tersebut harus dicari terlebih dahulu benang merahnya. "Pertanyaan sederhana kenapa? Ada apa dengan penegak hukum di Polres Ciko? Apakah anti publikasi atau ada permasalahan lain atau mungkin keberhasilan mereka tidak mau diketahui masyarakat?" ujar Faisal yang juga sebagai Jurnalis Metro TV.

Faisal melanjutkan, belum adanya benang merah tersebut sampai dengan saat ini menjadi pertanyaaan besar perusahaan media di wilayah Cirebon Kota. IJTI Cirebon Raya menilai permasalahan ini hendaknya bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan duduk bersama, agar kemitraan media dan Polres bisa terjalin dengan baik.

"Saya yakin, petinggi Polres Ciko tidak anti media dan tidak anti publikasi, permasalahannya hanya tinggal menyatukan visi dan misi agar bisa menjadi mitra yang baik yang sebelum belumnya sudah terjadi," paparnya.

Menurut Faisal, sebagai institusi jangan anti kritik yang membangun, peran media media massa memiliki posisi yang penting dalam kehidupan masyarakat. Komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator serta agen of change, menjadi pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan.

Baca juga : Ketum IMI Pusat Apresiasi Sinergitas Pengurus Daerah DKI dengan PWI Jaya

"Sebagai bentuk dari pentingnya media dapat dilihat dari pengaruh yang dirasakan oleh khalayak, mulai dari aspek kognitif, afektif, hingga konatif dari media massa dan dampak positif negatif dari media sosial. Walaupun posisi dan peran media sangat penting akan tetapi masyarakat juga harus berhati-hati dengan media mengingat bahwa sifat media yang begitu fleksibel," tuturnya.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Cirebon Muslimin mengatakan, ekspos pengungkapan kasus oleh pihak kepolisian merupakan sebuah pertanggungjawaban polisi kepada masyarakat atas kinerjanya. Maka patut dipertanyakan, jika polisi tidak pernah mempublikasikan hasil pengungkapan kejahatan yang terjadi di wilayahnya.

"Wajar saja jika publik berpikir negatif atas kerja Polres Cirebon Kota atas pengungkapan kasus-kasus yang ada. Apakah kasus tersebut dilanjutkan? Apakah kasus itu berhenti atau dipeti-es-kan? Masyarakat tidak tahu," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal