Cuit -Paha Calon Wakil Walikota Tangsel Mulus Banget- Politikus Demokrat Dianggap Melakukan Pelecehan Seksual

Senin, 7 September 2020, 23:13 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Cuitan politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana di akun Twitter pribadi @panca66 berbuntut panjang. Dia dituding melakukan pelecehan seksual. "Paha calon wakil wali kota Tangsel itu mulus banget," cuit Panca pada Jumat, 4 September 2020.  Cuitan Panca itu kemudian disambut mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Said Didu. “Huzzz - no pict hoax,” tulis Said Didu. Nah ‘guyonan’ dua tokoh politik itu pun viral. 

Bakal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati, yang diduga kuat jadi korban cuitan itu. Sebab keponakan Prabowo Subianto itu satu-satunya perempuan yang jadi calon Wakil Wali Kota Tangsel. Dia pun kini tengah mempertimbangkan untuk melaporkan kasus ini. "Kami pertimbangkan dulu," ujar Rahayu Saraswati. Wanita yang akrab disapa Sara Djojo itu menjawab pertanyaan wartawan apakah akan melapor ke polisi soal cuitan tersebut. Sara, yang berpasangan dengan Muhamad di Pilwalkot Tangsel, menyebut belum terlalu memikirkan soal cuitan itu meski menganggapnya sebagai bentuk pelecehan seksual terhadap dirinya.

Baca juga : Kasus Narkoba Anak Wakil Wali Kota Tangerang Sudah Proses Pemberkasan

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Dian Kartika Sari, menilai Panca sudah melakukan pelecehan seksual secara verbal terhadap Rahayu Saraswati. "Ini pelecehan seksual verbal. Apa yang dibahas oleh Said Didu dan Panca di Twitter itu menunjukkan bahwa mereka sedang menjadikan perempuan, Calon Wakil Wali Kota Tangerang tersebut sebagai obyek seksual," ujar Dian, Minggu (6/9/2020).

Dian menilai cuitan tersebut menunjukkan bahwa Panca dan Said Didu benar-benar merendahkan martabat perempuan. "Alih-alih membahas potensi politik Rahayu Saraswati, mereka justru cuma membahas pahanya," ujar aktivis perempuan ini. Andai saja Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) sudah disahkan, ujar Dian, Panca dan Said Didu sudah pasti bisa dituntut. Semasa menjadi anggota DPR di periode lalu, Rahayu Saraswati merupakan salah satu yang memperjuangkan RUU tersebut. "Sayangnya, RUU tersebut justru dicabut dari Prolegnas prioritas 2020," ujar Dian.

Baca juga : Apresiasi Program Cimak Barokah, Wakil Walikota Tangerang Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Sesama

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany juga mengkritik Panca. "Tanpa malu melecehkan perempuan seperti ini. Lalu merasa suci, merasa bisa 'menyelamatkan' bangsa ini. Jangankan menyelamatkan bangsa, menghargai perempuan saja tidak bisa," tulis Tsamara di akun Twitternya. Sementara Panca berdalih tak menyebutkan nama siapa pun dalam cuitannya. "Saya enggak nyebut nama kok," kata Panca. Namun Panca tak menjawab saat ditanya siapa yang dia maksudkan. Dia juga menyatakan tak akan mengklarifikasi cuitan tersebut. "Biar aja," ujarnya. Terbaru Panca sudah menghapus twit-nya dan minta maaf sudah membuat gaduh.(LHTJ)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal