Lagi, Gedung Pemkot Depok Ditutup Gegara Covid-19

Sekda Usul Balaikota Depok di-Lockdown

Foto: Antara
Selasa, 1 September 2020, 20:57 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Gedung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Jalan Margonda Raya ditutup selama sepekan karena dikabarkan ada satu pegawai yang terindikasi Covid-19. Hal itu dikatakan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana. 

"Penutupan dilakukan sejak 1 September sampai 7 September 2020. Pegawai juga wajib menjalani tes swab PCR. Kita mitigasi di area Sekda Depok," kata Dadang, Selasa (1/9/2020). 

Saat ini semua pegawai Work From Home (WFH) dan diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri. Dadang menyebutkan ada tiga kasus ditemukan di gedung Sekda Depok. “Ada tiga kasus yang ditemukan di sana, " ucap Dadang. 

Baca juga : Istri Wali Kota Depok Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Sukmajaya di-Lockdown

Dadang menegaskan yang ditutup sementara hanya pada lantai satu sampai empat saja. Sedangkan lantai lima merupakan ruangan D’Cor. “Cuma lantai satu sampai empat saja. Kalau lantai lima tidak,” ungkapnya.

Terpisah Sekda Kota Depok, Hardiono tak menampik adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku, kasus ini kali pertama ditemukan dari salah satu office boy (OB).

Iya OB yang suka mondar-mandir di ruangan saya. Tapi bukan hanya ruangan saya aja, dia itu ke tempat lain juga muter-muter,” katanya.

Baca juga : 5 Warga Positif Covid-19, Perumahan Bukit Rivaria Depok di-Lockdown

disinggung apakah ada lagi yang terpapar, Hardiono mengaku tidak tahu. “Kayaknya ajudan wali kota. Tapi coba ditanyakan ke Gugus Tugas deh,” ujarnya. Lebih lanjut Hardiono mengatakan, penutupan kantor dilakukan selama sepekan. Namun menurut dia, idealnya selama 14 hari.

Selain Sekda Depok, kasus terkonfirmasi positif juga ditemukan di lingkungan Gedung Perpustakaan yang juga berada di area Balai Kota Depok. Alhasil, area perpustakan pun ditutup. Sebelumnya, kasus serupa juga ditemukan di area kantor DPAPMK yang juga dilingkungan pemerintah setempat.

Terkait dengan sederet temuan tersebut, Hardiono menilai sudah seharusnya Balai Kota Depok di-lockdown. “Iya harusnya begitu jangan separuh-separuh, semua ditutup kayak Provinsi Jawa Barat," tandasnya. (HEN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal