LampuHijau.co.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Nana Shobarna mengapresiasi para awak media di Kota Depok, yang turut mensosialisasikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok tahun 2020 melalui pemberitaan seputar pencalonan dan kegiatan KPU Depok.
“Semua berita tersebut bisa mendorong partisipasi pemilih saat pemungutan suara pada tanggal 9 Desember 2020,” kata Nana kepada wartawan, Jumat (28/8/2020).
Tantangan KPU Depok dalam mempersiapkan Pilkada Depok, ujarnya, mengupayakan tingkat partisipasi pemilih yang optimal di tengah pandemi Covid-19. KPU RI, tuturnya, menargetkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen. "Kami berupaya target itu tercapai,” ucapnya.
Baca juga : Kalau Lawan Kotak Kosong, Berarti Lawan Otak Kosong!
Nana mengakui, sudah menjadi tugas KPU untuk mewujudkan target itu. Tapi, lanjutnya, untuk mensukseskan Pilkada bukan semata tugas KPU Depok.
“Semua stakeholder, para pasangan calon, partai-partai politik pengusung, para tokoh masyarakat, bahkan termasuk awak media bisa mensukseskan Pilkada,” ujarnya.
Di jajaran penyelenggara, mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPU senantiasa mensosialisasikan Pilkada Depok tahun 2020 saat menjalankan tahapan-tahapan Pilkada.
Baca juga : Sekda Depok: Partai Politik Harus Berperan
Kini, jelasnya, KPU Depok sedang melakukan pemutakhiran data pemilih yang diawali dengan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Pada tahapan ini, PPS dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) bukan hanya mendata tapi juga mengingatkan warga menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember 2020.
“Kami juga berkomitmen untuk menjaga integritas dan netralitas. KPU Depok harus menjadi penyelenggara yang baik agar Pilkada berjalan aman, lancar, sukses tanpa ekses. Dengan demikian, warga Depok tidak perlu ragu kepada kami selaku penyelenggara untuk melakukan yang terbaik kepada pemilih saat pemungutan suara,” ucap Nana.
Salah satunya, tuturnya, KPU Depok akan menggelar lomba Kampung Pilkada seperti yang telah dilakukan saat Pilkada tahun 2015. Dalam lomba ini, jelasnya, bukan semata kreativitas dalam mempercantik tempat pemungutan suara (TPS), tapi juga besaran partisipasi pemilih.
Baca juga : Koalisi Tertata Usung Petahana
Saat pemungutan suara, paparnya, seluruh petugas di TPS telah menjalani rapid test sehingga kesehatan mereka betul-betul prima. Dengan demikian, lanjutnya, para pemilih pun akan nyaman dan aman serta tidak perlu khawatir tertular virus Corona.
Nana memaparkan bahwa setiap TPS hanya melayani maksimal 500 pemilih. Sebelum terjadi pandemi Covid-19, tiap TPS melayani sekitar 800 pemilih.
“Mau tidak mau jumlah total TPS bertambah karena ada perubahan agar sesuai protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.” pungkasnya. (HEN)