LampuHijau.co.id - Dua orang anak A (6) dan M (11) yang beralamat di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan Kota Depok mengalami gizi buruk Hydrosepalus sejak umur dua bulan. Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Anisa Handari, mengaku, kasus itu sudah dalam pantauan pihaknya.
“Jadi, memang Dinkes itu sudah dari tahun kemarin melakukan pantauan itu. Nah, kami dari DPAPMK akan menindaklanjutinya juga,” katanya, Rabu (26/8/2020). Nessi mengatakan, pihaknya dari DPAPMK fokus pada sisi anak. Hal ini terutama tentang hak dan perlindungan.
Baca juga : Wadidaw... Gage Bakal Diterapkan di Seluruh Jalan di Jakarta
Saat disinggung masih ditemukannya anak penderita gizi buruk di Kota Depok, Nessi menyebut, ada banyak faktor. Salah satunya penyakit bawaan ketika dia dilahirkan dan bisa juga masalah ekonomi.
“Yang jelas sih Insya Allah ketika masyarakat tahu anak balita yang ada di wilayahnya, biasanya langsung dilakukan pemantauan dan langsung dilakukan edukasi supaya selalu memeriksakan kesehatannya baik di posyandu, maupun di pelayanan kesehatan terdekat,” ujarnya.
Baca juga : Polda Metro Diminta Usut Dalang Bentrokan di Depok
Ia mengungkapkan, terjadinya gizi buruk ini adalah suatu lingkaran yang tidak bisa juga hanya mengandalkan satu sisi, namun harus melibatkan banyak pihak. “Jadi, semua pemahaman orangtua terhadap kemampuan pengasuhan anak, lalu juga bagaimana sisi ekonomi yang ada di dalam keluarga, Jadi, itu lingkaran yang tidak bisa ditangani oleh satu sisi,” lanjutnya.
Kata Nessi, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi persoalan tersebut. Salah satu di antaranya gencar memberikan informasi edukasi. Baik itu di posyandu, maupun di pelayanan lainnya terkait pengasuhan anak dan bekerja sama dengan Dinkes.
Baca juga : Tak Kenal Tempat, Di Metropolitan Pun Masih Ada Balita Gizi Buruk
“Cuma memang kami berharap para ibu yang memiliki anak balita, rajinlah untuk selalu datang ke Posyandu,” tuturnya. (HEN)