LampuHijau.co.id - Adanya perintah evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah terhadap kebijakan Bupati Brebes Idza Priyanti terkait dimulainya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah, disebut politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamam Asy'ari sebagai bukti bahwa Bupati Brebes dua periode tak punya inovasi.
Hamam menilai, Idza tak punya inovasi lantaran tak punya cara alternatif untuk keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah wabah COVID-19. "Ya, harusnya kan punya gagasan sebagai pemimpin untuk mencari solusi terbaik bagi warganya, bukan malah membiarkan anak-anak bersekolah kembali ditengah kasus COVID-19 yang meningkat," kata Hamam kepada wartawan, Selasa (25/8/2020).
Baca juga : SMP Negeri Tatap Muka Sembunyi di Brebes, Kaukus Muda PPP Cap Bupati Gagal
Hamam mengatakan, banyak cara untuk memberi solusi terkait keterbatasan di masalah belajar online. Salah satunya adalah pemasangan internet gratis di setiap Desa. "Kalau orang tua takut anak-anak malah main game, kan bisa diblok akses internet untuk game-nya, zaman sudah canggih kok, tinggal mau berpikir atau tidak untuk warganya," beber Hamam.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemkab Brebes untuk mengevaluasi kebijakan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) serentak. Permintaan itu disampaikan Ganjar melalui telepon kepada Bupati Brebes Idza Priyanti.
Baca juga : Politisi Muda PPP Nilai Bupati Brebes Cuma Pencitraan Tutupi Kegagalan
Ganjar mengaku khawatir, jika penerapan kebijakan sekolah tatap muka secara serentak di SMP negeri dan swasta itu bisa membahayakan siswa itu sendiri. “Saya telepon Bupati Brebes, dia bilang itu uji coba. Tapi karena serentak, saya minta langsung dievaluasi. Karena keserentakan ini, saya khawatir membahayakan,” kata Ganjar dalam siaran pers yang diterima.
Sebagaimana diketahui, ada 154 SMP di Brebes yang mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Selasa (18/8/2020). Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Bupati Brebes Idza Priyanti di SMP Negeri 2 Brebes.
Idza menjamin seluruh sekolah yang melaksanakan PTM telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan ketat. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, hingga mengecek suhu tubuh siswa. (DRI)