LampuHijau.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon gelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, membahas sinergitas sebagai upaya tingkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala KPw BI Cirebon Bakti Artanta dan Bupati Cirebon Imron Rosyadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 19 Agustus 2020, malam.
Bakti menjelaskan beberapa hal dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya adalah terkait inflasi, komoditas dan UMKM sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Hasil pertemuan, kata dia, Bupati sudah mengizinkan kepada pihaknya, untuk bisa berkolaborasi secara langsung dengan dinas-dinas yang ada di Pemkab Cirebon. "Hal ini peluang yang sangat bagus. Semoga saja bukan hanya Kabupaten Cirebon yang berkembang, tapi juga wilayah lainnya," katanya.
Baca juga : Kang Emil Minta Cirebon Tingkatkan Rasio Tes PCR Kontak Erat Covid-19
Mengenai pertembuhan ekonomi Triwulan III, Bakti mengaku yakin bakal positif. Sebab, tidak lagi diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tapi dilakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
"Sehingga bisa kembali produktif. Namun, kami berharap tetap menjaga keamanan dan kesehatan. Karena kalau tidak menjaga itu, nanti bisa kembali ke PSBB," kata Bakti.
Sementara, Bupati mengatakan, Pemkab Cirebon sedang membenahi beberapa hal, untuk mempermudah investasi masuk ke wilayahnya. Untuk itu, ia mengaku sudah bertemu secara langsung dengan Menteri Agraria, untuk membahas masalah tata ruang dan membuat pola tata ruang dengan melibatkan ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca juga : Koperasi Pangan Perlu Diperkuat untuk Mewujudkan Demokrasi Ekonomi
"Kita terus berusaha untuk mempermudah investasi masuk di Kabupaten Cirebon," ujarnya.
Selain terkait tata ruang, Imron juga sedang melakukan perbaikan dari internal. Karena menurutnya, evaluasi internal hal yang cukup penting.
Mengenai hasil pertemuan dengan KPw BI Cirebon, kata dia, BI siap membantu Pemkab Cirebon untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. "Salah satunya terkait pemasaran produk UMKM secara digital," pungkasnya. (MGN)