Situasi Tidak Kondusif, Eksekusi Lahan oleh PN Tangerang Berujung Chaos

Jumat, 7 Agustus 2020, 17:51 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Eksekusi lahan seluas 45 hektare oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Jumat (7/8/2020) siang, berujung chaos. Dua massa ormas pro dan kontra putusan Pengadilan di depan kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terlibat bentrok.

Berdasarkan pantauan, bentrok bermula saat massa kontra putusan Pengadilan menggeruduk kantor kecamatan. Mereka menyetop aktivitas buldozer juru sita Pengadilan Negeri Tangerang yang akan mengeksekusi lahan.

Rupanya, massa pro putusan Pengadilan, dalam hal ini kubu dari Darmawan berada di sana. Bentrok pun tak terhindarkan. Tim Resmob yang melihat kejadian itu lekas meredam massa yang semakin beringas.

Dalam bentrokan itu, seorang provokator bekaos putih dan bertopi digelandang tim Resmob karena membawa busur panah. Pelaku diamankan saat sedang membidik busur ke arah lawannya.

Berita Terkait : Kasus Narkoba Anak Wakil Wali Kota Tangerang Sudah Proses Pemberkasan

"Kamu saya lihat dari tadi sedang membidik. Ikut kamu. Bawa, bawa," tegas Kanit Resmob Polrestro Tangerang Kota Iptu Prapto Lasono di lokasi, sembari menyeret pelaku ke mobil kepolisian.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Sugeng Haryanto mengatakan, bentrok dipicu soal putusan pengadilan terkait sengketa lahan. "Terkait insiden tadi pagi, memang ada permohonan pelaksanaan eksekusi, tapi kemarin saya udah sampaikan ke ketua pengadilan untuk ditunda," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto di kantor Kecamatan Pinang, Jumat.

Menurutnya, objek lahan lima hektare yang akan dieksekusi sesuai amar putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memenangkan kelompok Darmawan tidak jelas.

Kapolres mengatakan, pihaknya sempat melayangkan surat rekomendasi ke Pengadilan Negeri Tangerang untuk meminta penundaan eksekusi lahan tersebut. Permintaan penundaan eksekusi ini karena kepolisian mempertimbangkan faktor keamanan.

Berita Terkait : Janjiin Orang Bisa Jadi PNS, Oknum PNS Pemkot Tangerang Diringkus Polisi

Selain itu, BPN menyatakan terdapat sembilan objek yang menjadi permohonan eksekusi dari pihak pemohon tidak terdaftar. "Kan, bagaimana mau eksekusi kalau barangnya saja tidak jelas, tidak ada di Kota Tangerang. Sehingga ini mungkin memicu masyarakat di lokasi ini, yang merasa tidak pernah memperjualbelikan atau status masih bertempat di sini dan tiba-tiba diminta digusur," jelasnya.

Kapolres mengimbau kepada semua pihak yang terlibat bentrokan untuk menahan diri. Dia juga meminta pihak pengadilan, untuk meluruskan objek-objek lahan yang menjadi ssngketa ini.

"Kita bukan tidak memberikan pengamanan terhadap keputusan negara, tetapi perlu diperjelas mana objek yang perlu di eksekusi. Kalau sudah jelas batas-batasnya tentu Polri dengan pertimbangan lain akan mengamankan," paparnya.

Menurutnya, sejumlah orang tersebut diamankan karena berkaitan dengan membawa senjata tajam.  "Ada beberapa orang menurut laporan yang diamankan kita ikuti proses penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Berita Terkait : Apresiasi Program Cimak Barokah, Wakil Walikota Tangerang Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Sesama

Selain mengamankan sejumlah orang, pihak kepolisian juga menyita sejumlah senjata tajam beragam jenis. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal