Hikmah Idul Adha di Tengah Pandemic Covid dan Keteladanan Nabi Ibrahim

Senin, 3 Agustus 2020, 12:22 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Idul Adha 1441 hijrah pada tahun ini begitu special, Idul Adha 1441 tahun 2020 jika diselami maka kita akan merasakan makna pengorbanan.

Di saat banyak warga yang membutuhkan, disini ke ikhlasan semua pihak diuji, kita diminta tidak egois dan terus bisa berbagi, dimana hal tersebut menjadi hikmah utama dalam Idul Adha tahun ini.

            Dalam pada saat ini kekuatan doa menjadi momentum yang tepat untuk terus dilakukan. Hal ini bisa kita berkaca pada kisah nabi Ibrahim, yang berpuluh-puluh tahun melantunkan doa untuk mendapatkan keturunan. Sementara anak merupakan simbol regenerasi, dan memiliki esensi dalam pandemic Covid 19 karena ada kaitannya dengan generasi penerus.

Baca juga : Hardiono: Idul Adha Momen Meningkatkan Solidaritas Sesama

            Kedua, disaat Nabi Ibrahim mendapatkan keturunan bernama Nabi Ismail, namun ternyata turun perintah untuk mengasingkan diri ke padang pasir tandus tak berair. Dari sisi ini hikmah yang bisa dipetik adalah ketawakalan  kepada Alloh. Kondisi tersebut merupakan bagian dari ujian dan tawakal, tetapi yang perlu terus diingat adalah, dengan doa dan ikhtiar, maka kebutuhan air yang sangat diharapkan bisa terpenuhi meski berada di tanah yang tandus.  Jika kita bercermin terhadap kasus diasingkannya Ismail dan Ibu Hajar di Mekah, maka dapat kita petik kesamaan bahwa dalam menyikapi Covid 19 perlu doa, tawakal dan usaha secara bersungguh-sungguh, sehingga seketika kemudahan pun datang, seperti saat munculnya air zamzam dari kaki Nabi Ismail.

            Kisah nabi Ibrahim memang menjadi pelajaran penting umat manusia di dunia, khususnya dalam menerapkan pondasi dasar keluarga, dalam poin ke tiga ini, dalam kisah tersebut Allah mengajak umat manusia menjadikan keluarga tempat pembinaan dalam membangun dan menciptakan karakter yang seutuhnya beradasarkan ridha Alloh subhana wa ta a’ala.

            Rumah dalam kisah Nabi Ibrahim adalah merupakan tempat dalam membangun peradaban, dimana hal ini tertuang dalam surat Al-Baqoroh 132 “ Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub (Ibrahim berkata) Hai anak-anak ku, sesungguhnya  Alloh telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Penegasan nilai-nilai ketauhidan ini seperti yang tertuang dalam Pancasila yakni sila Pertama yang merupakan kesatuan dan pembuka jalan untuk diterimanya Sila ke dua, tiga, empat dan lima.

Baca juga : Kejari Depok Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing

Dalam poin ke empat saya menggambarkan bahwa aspek ketaatan menjadi hal yang azasi. Kembali berkaca dalam kisah nabi Ibrahim, dimana perintah dan ketaatan dilaksanakan tanpa ada penolakan. Perintah tersebut pun diutarakan dengan cara yang bijaksana dimana disaat saat Ibramin mendapatkan wahyu untuk menyembelih Ismail Alaihi Salam, dengan penuh keyakinan yang matab, Ismail tidak menunda jawaban, seraya langsung mengiyakan lantaran hal tersebut merupakan perintah Alloh. Manfaat yang dapat dipetik adalah, ada ketaatan pemimpin, dan kepemimpinan yang baik lahir dari keteladanan.

Poin kelima dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim yang dikonfersi dalam kondisi kekininan di tengah pandemic Covid 19 adalah  terkait dengan musyawarah dan  komunikasi menjadi aspek penting dalam membangun peradaban.

Bayangkan tanpa ada keteladanan dan musyawaran serta komunikasi yang baik, nama mustahil perintah Alloh untuk menyembelih Islail dapat tersampaikan dengan baik.  Ini kesan yang baik bagi pondasi bangunan bernegara, mengajak rakyat, mendengarkan rakyat, serta mengikut sertakan dalam membangun peradapan pasti akan melahirkan kondisi negara yang sejahtera.

Baca juga : Sholat Idul Adha Sesuai Protokol Kesehatan Ditengah Pandemi Covid-19

Poin ke enam yang tidak kalah penting dari kisah nabi Ibrahim adalah terkait jiwa pengorbanan. Seluruh rakyat Indonesia harus menyadari bahwa apa yang diterima pada saat ini merupakan jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita sehingga pada saat ini Indonesia merdeka, oleh karenanya, kita yang hidup di zaman ini harus tau betul cara mengelola bangsa dan sumberdayanya dengan baik. Jangan mengeruk sebesar-besarnya tanpa menyisahkan untuk anak dan cucu kita nanti, jangan rusak lingkungan dan jangan rusak peradaban yang sudah dibangun luhur berdasarkan nilai ketauhidan menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(Ketua DPRD KOTA BEKASI, CHAIROMAN J PUTRO/ ADV PERTAMA JULI 2020)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal