LampuHijau.co.id - Peringatan Hari Raya Idul Adha dan prosesi penyembelihan kurban saat ini berbeda dari tahun sebelumnya. Selain menggunakan protokol kesehatan, masyarakat juga banyak terdampak Covid-19. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Hardiono mengajak masyarakat untuk bersuka cita menyambut Lebaran Haji dengan meneladani Nabi Ibrahim As.
"Intinya pengorbanan bukan tergantung dari darah, daging, bulu dan kulitnya. Makna pengorbanan hanya untuk Allah SWT semata, namun juga untuk Bangsa dan Negara. Bentuk ketaatan seorang hamba kepada Sang Khalik,"ujarnya.
Baca juga : Hari Raya Idul Adha, Sarana Jaya Bagikan 35 Kambing dan 6 Sapi
Hardiono mengungkapkan, dengan ibadah penyembelihan hewan kurban memilik dimensi sosial. Ia menambahkan, adanya kebahagiaan bagi penerima daging hewan kurban. Terlebih lagi, lanjutnya, bagi terdampak Covid-19 sangat berarti.
"Dengan penyembelihan hewan kurban ada kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang lain. Selain halal dagingnya, juga meningkatkan gizi masyarakat,"paparnya.
Baca juga : Dua Hari Jelang Idul Adha, Cirebon Power Bagikan 65 Hewan Kurban
Dikatakannya, rasa solidaritas dan kepedulian masyarakat Depok cukup tinggi. Pemerintah Kota Depok mencatat nilai hewan kurban yang ada di Depok bila diuangkan senilai Rp 125 Milyar lebih. Dengan perincian jumlah kurban sapi 4373 ekor senilai senilai Rp 96 milyar dan kambing 9787 ekor senilai 29 milyar.
"Alhamdulillah, semangat berkurban warga Depok luar biasa. Kita patut apresiasi dan doakan semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," harapnya.(ASP)