Menteri Edhy : 1 Juta Terumbu Karang = 20 Juta Pohon

Kamis, 30 Juli 2020, 23:28 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dalam melestarikan terumbu karang memang perlu gerakan bersama, baik antar-instansi pemerintah, swasta, hingga kelompok masyarakat. Sejauh ini Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menjalani program Pelestarian Terumbu Karang untuk Kesejahteraan Masyarakat. Program tersebut guna menjaga ekositem dan rantai makanan juga siklus kehidupan biota laut. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan pelestarian terumbu karang perlu harus dilakukan secara massif untuk menjaga rantai makanan dan seluruh kehidupan di laut. 

Baca Juga : BPJSTK Cabang Kebon Sirih Targetkan Penyerahan Data ke Kemenaker Rampung Pekan Ini

"Jika terumbu karang rusak atau terganggu kondisinya, maka semua rantai makanan dan siklus kehidupan biota laut akan terganggu. Bahkan berpotensi menuju kepunahan. Di sinilah pentingnya upaya program pengelolaan terumbu karang," ujar Menteri Edhy di kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2020).

Menyadari peran terumbu karang yang begitu besar dalam ekosistem laut, Edhy meminta penanaman terumbu karang masif dilakukan oleh semua lapisan. Apalagi, lanjutnya, terumbu karang punya manfaat lain yaitu sebagai penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. 

Baca Juga : Gigih di Tengah Pandemi, Perjuangan Indri Gerakkan Roda Ekonomi Keluarga

KKP sendiri menempatkan program pelestarian dan pengelolaan terumbu karang menjadi program prioritas. Targetnya, 10 persen dari luas perairan Indonesia (setara 32,2 juta hektare) menjadi kawasan konservasi perairan yang termanfaatkan secara berkelanjutan pada 2030. Saat ini, luasan yang dicapai 23,34 juta hektare atau 7,18 persen.  

"Kalau kita menanam 1 juta terumbu karang, berarti kita menanam 20 juta pohon. Ini bukti empiris yang harus kita sadari. Jadi kenapa (menanam terumbu karang) harus menunggu nanti-nanti? Menanam terumbu karang bukan hal yang sulit, sangat mudah dilakukan," tegasnya.

Baca Juga : PN Tangerang Serahkan Berkas Ke Pemenang Sengketa Lahan 45 Hektare

Pelestarian dan pengelolaan terumbu karang hasilnya akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi pesisir mengingat biota laut ini punya nilai ekonomi tinggi. Mengaju pada kajian United Nations Environment Program dua tahun lalu, nilai ekonomi terumbu karang Indonesia mencapai USD37 miliar pada 2030 bila dikelola dengan baik. "Nilai ini tidak semata-mata dari perikanan, namun juga diperoleh dari sektor pariwisata dan sektor lainnya yang berkaitan dengan perekonomian pesisir," tambahnya. 

Edhy menegaskan perlunya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan upaya pelestarian dalam mengelola kekayaan laut Indonesia, termasuk terumbu karang. "Sudah saatnya kebijakan tidak semata-mata hanya untuk melarang pemanfaatan tanpa ada alasan tertentu yang mendasarinya atau tanpa justifikasi berbasis kajian ilmiah. Tentu pemanfaatan pun harus diimbangi dengan upaya konservasi. Kata kuncinya keseimbangan," pungkasnya.  (Eedar)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal