Teten : Disaat Harga Fluktuatif, Koperasi Harus Melindungi Anggota dari Kekuatan Pasar

Sabtu, 25 Juli 2020, 21:29 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Demi meningkatkan dan sebagai upaya stabilitas usaha di tengah pandemi, agar perekonomian masyarakat kembali normal, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap pelaku usaha anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bergabung dengan jenis koperasi lain seperti koperasi produksi, pengolahan, hingga koperasi pemasaran. 

"Saya ingin ada integrasi antara pembiayaan, produksi, pengolahan, hingga pemasaran, dengan berkoperasi", ucap Teten, saat mengunjungi KSP Kopdit Mekar Sai di Kota Bandarlampung, Sabtu (25/7).

Baca juga : Wujud Kepedulian, dr. Dian Pratama Bantu Korban Kebakaran Paseban

Teten mencontohkan di sektor pertanian, harus dilengkapi dengan industri pengolahan. Jadi, koperasi tidak sekadar memberikan pembiayaan saja terhadap UKM yang menjadi anggotanya.
"Petani yang menjadi anggota Kopdit Mekar Sai, bila sudah besar bisa saja membuat atau bergabung dengan koperasi pertanian", kata Teten.

Menurut Teten, yang petani butuhkan itu modal kerja, modal investasi, hingga modal talangan. Disini, koperasi harus bisa menjadi offtaker bagi produk pertanian para petani", kata MenkopUKM.

Baca juga : Target AHY, Pilpres 2024 Harus Ada Kandidat dari Demokrat

Teten mengakui, pihaknya terus melakukan penataan koperasi di Indonesia. Sehingga, koperasi bisa betul-betul melindungi anggota ketika hasil produk melimpah namun tidak bisa diserap pasar. 

Misalnya, ketika harga bawang merah jatuh, bisa diolah untuk produk bawang goreng. "Koperasi juga harus melindungi anggota dari kekuatan pasar terkait fluktuatif harga. Koperasi memiliki bargaining kuat untuk nego harga", tandas MenkopUKM.

Baca juga : Gubernur Harus Melindungi Hak-hak Pengusaha Industri Hiburan yang Berusaha Sesuai Perda

Teten pun menekankan konsolidasi UMKM bisa dijalankan melalui koperasi. "Masyarakat UMKM butuh pembiayaan yang mudah dan murah. Karena, koperasi bukan sekadar lembaga pembiayaan saja melainkan juga lembaga bisnis, sosial, dan pendidikan", ujar Teten.

Untuk itu, Teten berharap Kopdit Mekar Sai yang sudah berusia 28 tahun dan memiliki anggota sebanyak 18 ribu orang itu ke depan bisa dikembangkan lagi dengan memasuki sektor lain seperti pertanian, perikanan, peternakan, bahkan pariwisata (wisata alam). "Karena, idealnya, koperasi itu bukan sekadar menjadi rantai ekonomi dari pelaku usaha besar", tandas MenkopUKM. (Eedar)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal