LampuHijau.co.id - Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok bakal di gelar pada tanggal 9 Desember 2020. Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dan Afifa Aliya sudah mendapat restu dari DPP PDI Perjuangan.
Sementara, PKS hingga kini belum ada sinyal siapa sesungguhnya menjadi jagoannya untuk bertarung di Pilkada Depok nanti. Untuk mengetahui siapa bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Lampu Hijau, Rabu (22/7/2020) mewawancarai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kota Depok, Muttaqin.
“Sesungguh banyak yang bertanya demikian, namun semua itu menunggu keputusan partai. Apakah calonnya dari internal atau eksternal partai? Nanti lihat saja,” terangnya.
Baca juga : Sah! PDIP Usung Pradi-Afifah di Pilkada Depok 2020
Berhembus kabar jika M. Idris, Wali Kota Depok menjadi calon kuat dari PKS. “Resmi belum, selama belum ada hitam di atas putih. Tapi kalau kemungkinannya sudah 99%,” katanya.
Ketika disinggung Idris bukan kader PKS, apa mungkin akan tetap diusung? “Pak Idris itu sebelum jadi Wakil Wali Kota itu adalah PNS, PNS ga boleh jadi kader partai. Kalau bukan PNS mungkin udah jadi kader dari dulu. Pengennya sih kader, tapi kan kita harus realistis kalau mau menang, ga wali kota ya cukup wakilnya,” jelasnya.
Saat ditanya apakah kader PKS yang ingin maju jadi calon wali kota nggak didukung bakal kecewa? “Mungkin aja ada. Kecewa boleh tapi harus berhenti setelah ada keputusan. Sebelum muazzin qomat, siapapun boleh siap-siap jadi imam. Kalau udah qomat siapapun imamnya kita harus segera nyusun barisan. Walaupun tuan rumah patut jadi imam, kalau ada yang lebih layak silahkan. Yang lain, semua jadi ma’mum,” ujarnya.
Baca juga : Wakil Wali Kota Depok Pastikan Maju di Pilkada 2020
Apakah kader PKS selama ini puas dengan kinerja Pak Idris? “Ekspektasi kader terhadap wali kota yang diusungnya, kadang terlalu tinggi. Padahal setelah jadi pejabat publik, wali kota harus mengayomi semua. Saya kira semua kader di partai-partai lain juga seperti itu, coba tanya partai sebelah. Harapannya biasanya lebih besar dari kewenangannya. Jadi kalau ada yang kecewa itu wajar saja, tapi itu harus segera sirna. Kegalauan harus hilang bersama terbitnya fajar,” tuturnya.
Kabarnya banyak kader PKS kecewa dengan Idris, merasa kurang mendapat timbal balik sebagai orang yang sudah berjuang memenangkannya? “Kader-kader PKS itu didokrin, kerja-kerja politik itu bagian dari ibadah. Bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Kalau mau dinilai ibadah harus ikhlash, lillah. Kalau ikhlas nunggu balasannya dari Allah. Kalau memilih pak Idris karena Allah, jangan minta balasan dari pak Idris, minta dari Allah, Allah Maha Kaya, Allah akan balas dengan caranya,” terangnya.
Lalu siapa yang menjadi calon Wakil Wali Kota? “Insya Allah wakilnya yang dari kader PKS. Biar nanti DPD yang mengumumkan. Yang jelas saya sudah kasih selamat kepada calon wakilnya. Jadi tanya diantara 5 orang itu siapa yang sudah saya kasih selamat. Yang belum saya kasih selamat berarti bukan dia he he he,” tandasnya. (HEN)